Pesawaran (Pikiran Lampung)- Merasa tidak puas dengan putusan hakim terhadap anaknya, seorang guru ngaji di Kabupaten Pesawaran membeberkan 'borok' seorang jaksa yang diduga telah menerima uang dari dirinya.Benarkah?

Muhamad, nama orang tua kandung Dede, diduga terpidana kurir sabu-sabu membeberkan telah mengeluarkan  uang jutaan rupian pada seorang oknum Jaksa.

Pria paruh baya warga Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran ini kecewa, setelah sebelumnya mendengar Dede anak kandungnya divonis 5 tahun lebih kurungan penjara oleh pengadilan setempat.

"Saya sangat kecewa dan keberatan mendengar anak kandung saya divonis 5 tahun lebih penjara. Padahal anak saya telah mengaku dari mana dia mendapat barang itu," ujarnya, bebrapa waktu silam di depan masjid Al. Mualim Desa setempat, pada wartawan media ini.

Dengan raut wajah yang sedih, Pria paruh baya yang juga berprofesi sebagai guru ngaji itu mengatakan, harusnya segera dilakukan pengembangan, saat dilakukan penyelidikan di tingkat kepolisian asal usul barang narkoba itu.

"Jangan -jangan anak kami sengaja dijebak. Apalagi nama bandar yang katnya tempat dia ngambil masih satu Desa dan orangnya juga hingga saat ini masih ada, .Kenapa dibiarkan saja, mengapa tidak ikut diamankan atau ditangkap.

Selain itu juga, ia mengatakan telah menyerahkan uang sebesar Rp2 juta kepada oknum jaksa wanita. Dengan tujuan, memohon hukuman anak nya diberikan  keringanan.

Meskipun uangnya,  diterima oleh oknum jaksa wanita tersebut, lanjutnya, tapi tidak ada keringanan dari tuntutan awal. "Belum lagi, uang Rp8 juta yang juga saya pinjam dari keluarga lainya raif hilang di makan oleh JN nama  samaran yang mengaku dapat mengurus keluar atau meringankan hukuman Dede.
 JN itu bukan orang lain, dia merupakan ayah angkat DD. Setelah kejadian Jn datang pagi hari kerumah meminta uang dengan alasan akan membebaskan," bebernya.

Tetapi sampai saat ini, lanjutnya, jangankan keluar, meringankan vonis DD  saja tidak. "Untuk itu, kepada pihak yang berwenang saya sangat berharap dapat kiranya diberikan keringanan agar anak saya tidak menjalani hukuman diatas 5 tahun penjara.

Serta setiap hari-hari besar mendapat potongan sehingga dapat mengurangi jumlah lama tahanan di Lembaga Kemasyarakatan ( LP,"pungkasnya.

Sementara itu, ketika wartawan ini mencoba mendatangi kantor Pengadilan Negeri Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. Mencoba menemui Aleksander Dameta. SH.MH. kepala pengadilan sedang tidak di tempat masih di Kejati Lampung.

"Kepala hari ini, di kajati. Kemudian kalo Kantor Kejaksaanya masih nginduk di Lampung Selatan. Tapi bila ada agenda sidang  memang di sini Gedong Tataan," ujar salah seorang staf yang namnaya enggan ditulis.(Gung/Feri)

Post A Comment: