Pesawaran (Pikiran Lampung)- Kepsek SDN 28 Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran, Sri Agustini, dalam waktu dekat ini akan diproses oleh Dinas pendidikan setempat.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pesawaran, Drs. Fauzan Suaidi, MM, Kamis (24/10/2019).
" Ya kemarin, Kepsek SDN 28 Sungai Langka sudah kita panggil, nanti kita lihat dan pelajari dulu. Saat ini saya sedang ada tugas di Surabaya,"jelasnya melalui sambungan telepon.

Ketika ditanya tentang sanksi yang akan diberikan kepada sang kepsek, Fauzan mengatakan akan melihat tingkat kesalahan sang kepsek.
" Soal sanksi nanti ya, setelah saya aktif di kantor Senin mendatang," ujar Fauzan.

Terpisah, ketika ditanyakan hal Korcam UPT Pendidikan Gedong Tataan justru mengatakan permasalahan Kepsek SDN 28 Sungai Langka sudah selesai. " Ya bang sudah selesai," singkatya, tanpa merinci lebih jauh.

 Seperti diberitakan media ini sebelumnya, diduga tidak transparan dan banyak menggelapkan anggaran BOS, Kepsek SDN) 28 Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataa,  Kabupaten Pesawaran, diprotes. guru setempat.

Selain itu, kehadiran kepsek selama ini dipertanyakan oleh dewan guru lainya. Karena dalam satu minggu hanya dua hari masuk sekolah, itu pun sebentar.

"Kita berharapa kepala sekolah dapat berubah. Baru menjabat beberapa bulan saja sudah begitu. Kan memalukan," ujar An. Inisial, salah seorang gurul, Senin (21/10/2019).

Pernyataaan itu tertuang dalam tulisan yang ditantangai oleh 8 orang guru PNS.

Lapiran dugaan kecurangan oknum kepsek, sebagai berikut. Kepsek, jarang datang ke. SD, maksimal hanya 2 kali datang dalam satu minggu itu pun hanya sebentar tanpa alasan pergi lagi.

Keuangan BOS tidak transparans, kebutuhan sekolah sangat tidak terpenuhi terutama ATK, bendahara di SD tidak difungsikan sebagai mana mestinya, dalam satu triwulan SDN 28 Gedong Tataan, mendapat dana BOS Rp24. 000.000. di pegang oleh kepsek tanpa melibatkan bendahara.

Parahnya lagi, guru honor sekolah hingga saat ini tidak di bayar.
Laporan pertanggung jawaban anggaran BOS Fiktif, karna tidak sesuai laporan yang ada. Mendapat dana rehap wc/toilet sekolah juga di duga fiktif karna hingga saat ini belum juga terealisasi fisiknya.

Ketika, sejumlah dewan guru meminta dana bantuan untuk perpisahan kepsek. Tidak diberi. Anehnya lagi, sejumlah orang kerap mencari oknum Kepsek dengan alasan akan menemui kepsek urusan pribadi.

Tak jarang, orang yang datang ke sekolah marah-marah karena Kepsek selalu menghindar dan tidak ada di tempat.

Sementara itu, Yahtar Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran, mengatakan terlebih dahulu pihaknya akan mempelajari persoalan kebenara nya.

"Ya kita tunggu dewan guru secara tertulis melapor ke Dinas. Kita juga segera mungkin akan memanggil kepsek tersebut dan sejumlah dewan guru," singkat Yahtar, ketika dihubungi melalui ponselnya Senin (21/10).

Di hari yang sama, wartawan ini berupaya menghubungi Sri Agustini, selaku kepsek SDN 28 Sungai Langka, meskipun nomor ponselnya dalam keadaan aktif, namun beberapa kali dihubungi yang bersangkutan tidak menjawab sambungan via ponsel. (gung/feri/R1)

Post A Comment: