Bandarlampung (Pikiran Lampung) - Setelah secara resmi menyatakan maju dari jalur 'mandiri' untuk pilwakot Bandarlampung 2020, dukungan untuk H.Firmansyah Alfian terus mengalir.

Terbukti, Rektor IIB Darmajaya ini bisa diterima dan mendapatkan sambutan hangat oleh semua pihak saat berkunjung silaturrahmi. Termasuk saat anjangsana ke MUI Bandarlampung, Rabu (8/1/2019).

Di MUI, H. Firmansyah Alfian ), Firmansyah diterima langsung Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandar Lampung Dr. H. Amirudin, M.Pdi.

Dalam kunjungan silahturahim di ruang kerjanya, Dr. Amirudin mengatakan dalam menjalani kehidupan, ada rezeki yang harus dijemput dan ada rezeki yang memang sudah datang sendiri. Sehingga, iktiar wajib dilakukan untuk mendapatkan rezeki dan ridho dari Allah SWT.
“Termasuk untuk maju sebagai Wali Kota Bandar Lampung, kita memang harus berikhitiar guna menjemput takdir. Dan, saya selalu berdoa agar pak Firman sukses dalam pencalonan sebagai Wali Kota Bandar Lampung dan diberi amanah membangun kota ini,” kata Amirudin.

Dia mencontohkan, dalam hidup, manusia harus memiliki ilmu. Sedangkan ilmu diperoleh dari belajar. “Apalagi, yang saya tahu majunya pak Firmansyah niatnya untuk ibadah. Sehingga, kunjungan silahturahmi dan mencari dukungan itu memang harus dilakukan,” kata dia.

Kehadiran Firmansyah menemui Ketua MUI Bandar Lampung didampingi Ustad H. Suratno. Dalam pertemuan itu, hadir pula Ketua Pengurus Wilayah (PMW) Persatuan Guru NU (Pergunu) Lampung Kiyai. Jamaludin Malik. “Saya yakin melalui jalur perseorangan ini, dukungan akan lebih ril dan kokoh untuk menjadi pemimpin di Bandar Lampung,” kata dia.

Sementara, Calon Wali Kota Bandar Lampung H. Firmansyah mengatakan niatannya maju dalam kancah politik ini untuk mengajak warga Bandar Lampung selalu berjamaah. “Bukan hanya salat berjamaah, tapi bagaimana membangun kota ini secara bersama-sama,” kata dia.

Banyak program yang sudah dia susun guna membangun  Kota Bandar Lampung ke depan menjadi lebih baik. Salah satunya membangun pendidikan berkarakter kepada generasi muda.

“Mengingat, bukan hanya dunia yang akan saya pikirkan dalam membangun kota, tapi juga akhirat,” ujar Bang Firman, panggilan akrabnya.
Salah satunya adalah, mendidik anak-anak usia sekolah yang tidak mengenyam pendidikan di pesantren atau sekolah Islam, untuk hafal juz 30 saat lulus Sekolah dasar (SD). Yaitu, dengan membuka Tempat Pendidikan Alquran (TPA) di masjid-masjid.
“Selain anak-anak bisa memakmurkan masjid, mereka yang belajar Alquran bisa mempengaruhi orang tua yang tidak pernah ke masjid untuk berjamaah ke masjid dan belajar ilmu agama. Bukan hanya muslim, kita juga akan mengakomodir kegiatan keagamaan bagi masyarakat agama lain,” kata Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Lampung itu.

Bahkan, kata Firmansyah, selain menjadikan anak-anak melek Alquran, pemerintah daerah juga bisa menyeleksi anak-anak yang memiliki bakat hafiz Alquran  diberikan beasiswa masuk pondok pesantren atau sekolah umum, dengan tetap memperhatikan hafalan Alqurannya.
“Jika ada yang ingin jadi hafiz Quran kita arahkan masuk pondok pesantren, jika ada yang ingin jadi polisi atau dokter kita masukan ke sekolah umum, agar mereka menjadi polisi atau dokter yang spiritualnya baik dan hafiz Quran,” kata dia. (*/Wawan)

Post A Comment: