Tulangbawang (Pikiran Lampung
) Pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah, sejatinya menggunakan anggaran rakyat. Oleh karenanya, harus dilakukan tepat guna dan sasaran serta mengacu pada aturan yang Ada. 

Namun tidak demikian dengan proyek pembangunan taman di Kecamatan Banjar Margo  Kabupaten Tulangbawang yang diduga bermasalah. Proyek dengan nomor kontrak 02/KTR/Taman-B,Margo/IV.3-c/TB/X/2021 ini disinyalir penuh kejanggalan yang mengarah kepada kerugian negara serta mengabaikan aturan yang ada. Terutama untuk alat pelindung  diri (APD) pekerja proyek itu. 


Dimana, proyek dengan nilai kontrak, Rp1,008,753,166,61 itu, diduga mengabaikan APD untuk pekerja dan K3. Hal ini terlihat saat awak. Media meninjau proyek tersebut. 

Namun ironisnya, Icon sang kontraktor menunjukan sikap kurang bersahabat dan menjurus arogan saat ditanya terkait APD ( alat pelindung diri) bagi pekerja. Doa langsung bereaksi diduga hendak menganiaya dan memukul awak media. Untungnya kejadian itu langsung dilerai oleh beberapa orang di lokasi proyek. 


Menanggapi ini, Kepala badan (KABAN) Li,BAPAN (lembaga investigasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara Junaidi angkat bicara terkait proyek taman di Banjar margo. Dirinya sangat menyayangkan sikap arogansi sang kontraktor. 

Tertuang di Permennakertrans No 08/men/VII/2010 tentang alat pelindung diri pasal 2 Permenakertrans tersebu, lanjutnya pengusaha Wajib  menyediakan  APD bagi pekerja sesuai Standar nasional Indonesia (SNI) serta di berikan secara cuma cuma.

Sedangkan di dalam pasal 4 menyebutkan, wajib di gunakan di tempat kerja. Sedangkan sangsi nya ada di pasal 9 bahwa pengusaha atau pengurus yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana di maksud dalam pasal 2 dan pasal 4 dapat di kenakan sangsi sesuai undang-undang no 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. Pungkas Junaidi kepala badan (KABAN) Li BAPAN. (Rizki/dk)



Post A Comment: