Advertisement
Tanggamus (Pikiran Lampung)- Saat ini, banyak fasilitas serta infrastruktur di Kabupaten Tanggamus diduga masih belum mendapatkan perhatian pemkab setempat.
Salah satunya jembatan gantung yang telah 25 tahun
berdiri. Bahkan, jembatan ini selama empat tahun rusak dan sering makan korban.
Jembatan gantung tersebut jadi penghubung Pekon Tanjung Raja dan Tanjung Jati, Kecamatan Cukuhbalak, Kabupaten Tanggamus diperbaiki.
Kepala Pekon Tanjung Raja Karnilas Forantaka mengucapkan
terimakasih kepada jajaran Polres Tanggamus yang telah memperbaiki fisik
jembatan.
Yang selama ini
jadi akses vital satu-satunya warga dan selama berapa tahun telah mengalami
banyak kerusakan.
“Kami selaku masyarakat Pekon Tanjung Raja mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Tanggamus beserta rombongan yang telah hadir dalam rangka renovasi jembatan gantung ini,” katanya.
Rusaknya lantai jembatan gantung selama ini, kata dia, sangat membahayakan warga. Karena berapa waktu lalu, pernah berapa kali warga yang melintas di jembatan itu terjatuh ke dasar sungai yang banyak batunya.
“Sekitar sepuluh orang warga pak yang memaksa melintas di jembatan ini terjatuh ke dasar sungai. Ada yang keseleo, luka-luka bahkan ada yang sampai patah tulang. Cuma meski begitu, Alhamdulillah belum ada warga yang sampai meninggal dunia karena terjatuh di situ," kata dia.
Hal senada juga diucapkan Kepala Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Cukuh Balak, Irwansyah, bahwa warga selama ini juga sering kali melakukan perbaikan secara swadaya agar jembatan tetap dapat dilalui. Namun, kondisi tersebut membuat masyarakat harus menghadapi resiko keselamatan saat melintas dalam situasi banjir.
“Selama rusak ini warga tetap melintas di jembatan. Kadang mencari celah karena memang jalan satu-satunya harus dilewati ketika banjir. Mau tidak mau tetap menggunakan jembatan ini,” katanya.
Setelah direnovasi dan kembali dapat digunakan secara layak, Irwansyah memperkirakan aktivitas masyarakat yang melintas di jembatan tersebut dapat mencapai sekitar 700 orang per hari.
“Kalau nanti sudah aktif lagi, perkiraannya sekitar 700-an yang lalu-lalang setiap hari. Pengguna jembatan bukan hanya berasal dari Pekon Tanjung Jati dan Pekon Tanjung Raja, tetapi juga masyarakat dari luar kedua pekon, termasuk warga dari arah Kelumbayan dan beberapa kecamatan lainnya yang menggunakan akses tersebut,” jelas Irwann
Kedua kepala pekon itu berharap, meski sudah ada perbaikan dari polres dan jembatan sudah dapat difungsikan kembali, mereka tetap berharap kepada pemerintah daerah agar melakukan pembangunan jembatan secara permanen dengan membuatkan jembatan berlantai beton. Dimana sementara jembatan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.
"Mudah-mudahan keluhan kami ini di sampaikan bapak Kapolres ke pemerintah. Karena jembatan ini merupakan akses utama hilir mudik dan akses perekonomian masyarakat dua pekon dan masyarakat dari luar pekon. Kalau jembatannya sudah dibuat permanen dan lebar kan biaya transportasi pertanian disini jadi lebih murah pak karena mobil bisa melintas," ujar kedua kakon.
Sementara Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko mengatakan, renovasi jembatan gantung tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tindak lanjut perhatian pimpinan terhadap kondisi jembatan yang telah digunakan masyarakat selama ini.
"Hari ini kita melaksanakan renovasi Jembatan Merah Putih di Pekon Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak. Ini merupakan perdana kita melaksanakan renovasi jembatan dan kita bersama-sama bergotong royong untuk membangun serta memperbaiki jembatan ini,” katanya.
Renovasi dilakukan kata Kapolsres untuk memastikan jembatan tersebut kembali aman dan dapat digunakan masyarakat dengan lebih baik. Kekuatan dan ketahanan jembatan menjadi perhatian utama dalam proses renovasi. Material yang dinilai tidak layak atau tidak cukup kuat akan diganti agar jembatan dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Untuk mandor ataupun tukangnya benar-benar dipastikan pekerjaannya kuat dan tahan lama. Kalau ada material yang tidak kuat, nanti kita ganti. Karena memang jembatan ini sempat viral dan beberapa tahun lalu juga pernah ada korban yang jatuh di jembatan tersebut,” ujarnya.
Kegiatan dilaksanakan secara gotong royong dengan
melibatkan personel Polri, TNI, pemerintah daerah, unsur Forkopimcam, relawan
Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta masyarakat setempat dengan pemasangan
lantai papan serta pengecatan tiang maupun seling baja pengait jembatan.
Selain renovasi jembatan, Kapolres juga memberikan bantuan
penerangan berupa dua unit lampu tenaga surya atau solar panel. Lampu tersebut
diharapkan dapat membantu menerangi jembatan pada malam hari. (Ady)