Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Kebakaran melanda lahan kosong di Jalan RE Martadinata, RT 03, Lingkungan I, Kelurahan Way Tataan, Kecamatan Telukbetung Timur, Bandar Lampung, Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Api membakar rerumputan yang cukup tinggi dan kering di lahan tersebut. Kobaran api sempat membesar dan merembet dengan cepat karena kondisi rumput yang mudah terbakar serta cuaca panas.
Warga yang melihat kepulan asap dan kobaran api langsung berupaya melakukan pemadaman secara manual menggunakan air dengan ember. Tak lama kemudian, petugas TNI-Polri bersama warga mendatangi lokasi untuk membantu penanganan sekaligus mencegah api meluas.
Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Setelah dilakukan penyemprotan, api akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Kapolsek Telukbetung Timur AKP Dailami mengatakan, lahan yang terbakar diperkirakan seluas 400 meter persegi dari total area sekitar satu hektare.
“Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil dalam kejadian tersebut. TNI-Polri bersama warga langsung membantu melakukan penanganan dan memastikan api benar-benar padam,” kata Dailami.
Dailami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan api di tengah kondisi lahan yang kering.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama saat kondisi rumput dan lahan kering,” ujarnya.
Saat ini, kondisi di lokasi telah aman dan terkendali. Polisi bersama petugas terkait masih melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
Kebakaran Lahan Meningkat
Kebakaran lahan di Bandar Lampung menjadi perhatian selama musim kemarau. Berdasarkan pemberitaan RRI pada September 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung mencatat 38 kejadian kebakaran lahan sepanjang Agustus 2026, dengan total area terbakar sekitar tiga hektare. Kecamatan Telukbetung Timur menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni tujuh kasus.
Sebelumnya, pada 30 Agustus 2026, kebakaran juga terjadi di dua lokasi lahan kosong di Jalan RE Martadinata, Telukbetung Timur. Salah satu titik berada di kawasan Perumahan Puri Gading dengan luas terbakar sekitar 2.000 meter persegi, sedangkan titik lainnya berada di kawasan Bukit Hatta dengan area terbakar sekitar satu hektare. Saat itu, kondisi rumput kering akibat cuaca panas disebut membuat api cepat merambat.
Kebakaran lahan kosong juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Bandar Lampung. Pada 30 September 2026, misalnya, lahan kosong di Kelurahan Rajabasa Jaya terbakar setelah api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah dan kemudian menjalar ke ilalang kering. Sekitar 100 meter persegi lahan terbakar sebelum berhasil dikendalikan petugas.
Pemprov Lampung sebelumnya juga mengingatkan masyarakat mengenai meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Pemerintah daerah mendorong pencegahan pembakaran lahan dan sampah secara terbuka serta meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa lahan kosong yang ditumbuhi rumput, ilalang, semak maupun material kering menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian selama musim kemarau. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.(fatur)