Advertisement
Bandarlampung (Pikiran Lampung)-Pemprov Lampung mengimbau warga untuk tetap menngkatkan kewaspdaan bencana sejak dini. Terutama bencana Megatrust.
Bertalian dengan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung menyatakan perlu dilakukan penguatan sistem peringatan dini bencana di daerah guna mengantisipasi potensi megatrust
"Jadi megatrust itu adalah potensi, bukan prediksi. Karena sampai sekarang belum ada teknologi yang bisa memprediksi datangnya gempa, tapi ini adalah potensi yang nyata dan perlu langkah antisipasi untuk meminimalisir risiko serta dampak," ujar Analis Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung Wahyu Hidayat, mewakili Kepala BPBD Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto, saat dihubungi di Bandarlampung, Sabtu (15/11/2025).
Ia menjelaskan potensi
megatrust tersebut bersumber dari gesekan lempeng benua, antara lempeng Eurasia
dan lempeng Indonesia. Dimana Lampung berada di pinggir lempeng Eurasia, dan
area Lampung sangat dekat dengan zona lempeng tersebut.
"Jadi langkah kesiapsiagaan harus menjadi bagian dari kesadaran setiap orang yang berada di zona bahaya. Kalau di Jepang ada early warning sistem atau sistem peringatan dini ataupun mitigasinya. Dan ini pun harus kita perkuat, lalu warga yang di sekitar sesar atau apa diberikan edukasi akan potensi serta cara menyelamatkan diri saat bencana terjadi," katanya.
Dia mengatakan karena megatrust adalah jenis bencana rapid onset yang hadir secara tiba-tiba, dan memiliki karakteristik berbeda dengan bencana yang sifatnya slow onset seperti banjir yang membutuhkan waktu lama saat terjadi. Maka sistem peringatan dini harus bisa memberikan informasi gempa bumi secepat mungkin.
"Sebenarnya dari 13 zona
subduksi megatrust di Indonesia, Lampung itu satu di antaranya, yaitu zona
subduksi Selat Sunda. Jadi zona subduksi Selat Sunda ini merupakan ancaman
megatrust di dasar laut yang berada di posisi barat dan posisi selatan Provinsi
Lampung," ucap dia.
Menurut dia, dengan ancaman
nyata potensi megatrust, Lampung juga memiliki sejumlah sesar dan gunung berapi
yang dapat bereaksi ketika ada getaran besar, seperti megatrust. Sesar-sesar
yang ada di Lampung meliputi Sesar Semako yang sering membuat Kabupaten Pesisir
Barat, Tanggamus dilanda gempa bumi.
Kemudian ada Sesar Tarahan
dan Sesar Panjang, yang juga merupakan sesar patahan yang terletak di Kota
Bandarlampung dan di sekitar Kabupaten Lampung Selatan.
"Tentu kita tidak boleh
terhanyut dalam kegelisahan yang berlebihan terhadap ancaman megatrust, tetapi
di saat yang sama harus meningkatkan kesiapsiagaan. Antisipasi yang bisa
dilakukan saat terjadi gempa yakni tidak boleh berlari, tidak boleh berisik,
tidak boleh mendorong, tidak boleh kembali," ucap dia.
Ia melanjutkan masyarakat
juga harus punya mitigasi risiko di tempat tinggalnya, misalnya tidak menaruh
sesuatu yang berat di atas tempat tidur, di atas tempat duduk, atau posisi
lemari diperkuat, sehingga kalau jatuh tidak menimpa tubuh
"Kami terus melakukan
edukasi ini ke masyarakat, sebab ini adalah proses yang berkelanjutan sembari
pemerintah dan pihak terkait memperkuat sistem peringatan dini. Edukasi terus
dilakukan ke komunitas, kantor, sekolah," katanya.
Menurut dia, hal tersebut
terus dilakukan untuk memperkuat kapasitas dan kemampuan mitigasi mandiri bagi
masyarakat.
"Dan ini memang harus
terus diperluas sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi megatrust di
daerah, selain penguatan sistem peringatan dini bencana di daerah," ujar
dia.