Bandarlampung (Pikiran Lampung
) -Dalam rangka Jum'at berkah, Brimob Polda Lampung bersama PWI Peduli membagikan bantuan ratusan nasi kotak dan masker kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitaran Kota Bandarlampung, Jum'at (28/01/2022).

Adapun bantuan tersebut dibagikan disekitaran Pasar Cimeng, Teluk Betung Selatan, Bandarlampung. Sasaran dari kegiatan tersebut diantaranya ada tukang becak, pemulung, sopir angkot, dan lainnya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung, Wirahadikusumah didampingi Ketua PWI Peduli Zaini Tubara mengatakan, bantuan berupa ratusan nasi kotak tersebut dimasak langsung oleh Personel Brimob Polda Lampung.


"Alhamdulillah, saya sangat mengapresiasi Brimob Polda Lampung karena telah ikut berpartisipasi bersama PWI Peduli untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan khususnya di Provinsi Lampung," kata Wirahadikusumah.

Menurutnya, proses penyaluran bantuan berjalan dengan lancar serta tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

Sementara itu, Ketua PWI Peduli, Zaini Tubara menyampaikan, terimakasih kepada pak Kapolda yang selama ini sudah membantu  berpartisipasi pada kegiatan Jumat berkah yang kedua kalinya  dirinya sangat mengapresiasi ketua PWI Lampung serta para pengurus PWI Lampung yang selalu ada dan hadir dalam setiap kegiatan penyaluran bantuan.


"Alhamdulillah dan terimakasih atas partisipasi, bantuan semuanya, masih ditunggu untuk Jumat berikutnya, yang ingin berdonasi dalam bentuk apa saja boleh disampaikan ke PWI Peduli," ungkapnya.

Putra (36), warga yang menerima bantuan mengungkapkan, banyak terimakasih atas bantuannya, semoga ini menjadi berkah.

"Terimakasih kepada Brimob Polda Lampung dan PWI Lampung atas bantuan yang di berikan, semoga ini semua menjadi berkah dan amal kebaikan. Semoga ALLAH SWT selalu meridhoi setiap langkah dan usaha kit," ujarnya.(ks/p1) 


Lambar (Pikiran Lampung
)-Bintara Pembina Desa (Babinsa) Pekon Sri Mulyo  anggota Koramil 422-07/Batu Brak Peltu Robert bersama Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas)  melaksanakan pendampingan vaksinasi Covid-19 yang menyasar kepada anak usia 6 hingga 11 tahun dosis yang kedua.

Vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun dosis Pertama yang didampingi Babinsa  dan Bhabinkamtibmas desa setempat tersebut dilaksanakan di SDS Pekon Sri Mulyo Kec. Bandar Negri Suoh Kabupaten Lampung Barat, Jum'at (28/01) 

Peltu Robert menyampaikan, kegiatan serbuan vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini nantinya direncanakan secara bertahap dan dilaksanakan di semua sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Bandar Negri Suoh. 

“Vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini juga merupakan program pemerintah dalam upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19, di mana pandemi masih berlangsung hingga saat ini. Sekaligus bertujuan untuk memperkuat stamina dan imun tubuh.agar terhindar dari virus Covid-19,” papar Peltu Robert


Babinsa juga menambahkan bahwa, dalam pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini, di perlukan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk vaksin. Di antaranya harus membawa Kartu Keluarga (KK) atau dokumen lainnya yang mencantumkan NIK (Nomor Induk Kependudukan), serta anak harus dalam kondisi sehat.

" Saya selaku Babinsa juga sangat mengapresiasi kepada anak-anak usia 6-11 tahun yang sangat antusias saat mengikuti kegiatan vaksinasi kali ini.

“Hal ini terbukti anak-anak begitu semangat, tertib dan selalu mematuhi segala peraturan yang sudah di tetapkan oleh panitia. Kegiatan ini juga sangat membantu pemerintah dalam upaya percepatan pencapaian target,” tegasnya.(pendim/R1)


Bandarlampung (Pikiran Lampung
) - Keputusan walikota Bandarlampung Eva Diana melalui dinas pendidikan setempat untuk menggelar Pelajaran Tatap Muka (PTM) pada 7 Februari 2022 disambut gembira oleh para orang tua murid. 

" Alhamdulilah, kami sangat senang sekali keputusan bunda Eva untuk memulai PTM pada bulan Februari ini, " ujar Ani, warga Bandarlampung, Jumat (28/1/2022). Menurutnya, PTM saat ini adalah keputusan yang tepat, mengingat siswa sudah sangat lama belajar di rumah akibat pandemi. " Kasian anak-anak sudah lama sekali mereka belajar di rumah,"jelasnya.


Dia berharap, keputusan ini tidak dianulir dan berubah lagi. Mengingat kondisi saat ini pandemi mulai mereda di Kota Bandarlampung dan sekitarnya. "Saat ini kan kita lihat bersama Alhamdulilah covid19 sudah mulai menghilang dan mereda di Bandarlampung, jadi insya Allah amanlah ya untuk siswa masuk sekolah, "jelasnya ceplos ceplos dengan penuh harap. 

Hal yang sama juga diutarakan Muhammad Zainiri, warga Bandarlampung lainnya. " Ya kami selaku warga dan orang tua siswa, sangat senang dengan adanya PTM ini, yang penting prokes dijalankan dengan baik dan sekolah juga menyediakan cuci tangan serta jaga jarak,"tegasnya.

Salah satu sekolah yang sudah bersiap menggelar PTM adalah SMPN 4 Bandarlampung. " Iya kita sudah siap untuk menggelar PTM sesuai dengan arahan dari ibu walikota dan dinas Pendidikan, " ujar Tri, salah seorang guru di SMPN 4 Bandarlampung, mewakili kepsek sekolah tersebut, kemarin. 

SMPN 4 kata dia, sudah menyiapkan berbagai fasilitas untuk prokes, seperti sabun dan tempat cuci tangan di tiap depan ruang jelasnya. (Wawan) 




Bandarlampung (Pikiran Lampung
)-Tanpa sungkan dan canggung, Kapolresta, Kombes Ino Harianto bersama Dandim 0410 Bandarlampung
Kolonel Inf Faisol Izuddin Karimin ikut menarik gerobak sampah saat bakti sosial di sejumlah kelenteng jelang tahun baru Imlek. Hal ini bukan sekadar ikut -ikutan atau pencitraan, namun tulus dilakukan oleh dua petinnggi TNI -Polri di Bandarlampung tersebut, Jumat (28/1) 2022).

Puluhan Polisi dan TNI di Bandarlampung melakukan aksi bersih-bersih. Aksi sosial para petugas Keamanan TNI dari kodim 0410/KBL  dan Polresta Bandarlampung ini dilakukan di sejumlah Klenteng, Antara lain Vihara Senopati dan vihara Bodhisatva, Mulia Suci dan Sariputra,

Bakti sosial ini dilakukanTNI-Polri sebagai bentuk kepedulian menjelang warga Tionghoa merayakan tahun baru imlek.


Tujuannya tidak lain untuk mewujudkan semangat kebersamaan dalam keberagaman dan menunjukkan jika Kota Bandar Lampung masih menguatkan sinergitas antara Tni-Polri melalui Gotong royong. Dan menunjukkan kondusifitas masyarakat serta tetap menjaga heterogenitas warganya.


"Ekstensi kegiatan pagi ini untuk menunjukkan bahwa kerukunan umat beragama di Kota Bandar Lampung sangat tinggi dan menegaskan bahwa kota ini menolak tegas intoleransi," jelas Kapolresta Bandarlampung Kombes Ino Harianto bersama Dandim 0410/KLB  Kolonel Inf Faisol Izuddin Karimi di Klenteng   BODISATVA    jalan  ikan kembung,TBS. Bandarlampung Jumat (28/1/2017)). 

Tidak kurang dari 50  personel gabungan diterjunkan baik dari jajaran Polsek dan kodim untuk membersihkan tempat ibadah tersebut.


Cyucu Pengurus vihara Bodhisatva Sangat menyambut baik upaya pihak kepolisian dan TNI ikut membersihkan klenteng pagi ini.

"Saya sangat mengapresiasi yang dilakukan bapak-bapak polisi hari ini. Kami berterima kasih, ini baru kali pertama dilakukan polisi Dilampung pada klenteng kami," ungkap pria yang akrab dipanggil ini.


Pihaknya berharap, kegiatan semacam ini bisa dijadikan agenda tiap tahunnya. "Kami sangat senang, jadi klenteng tambah bersih dan kami semakin merasa aman saat merayakan Imlek besok.(ags/wawan). 


Bandarlampung (Pikiran Lampung
) - UIN Raden Intan Lampung, hari ini akan mulai punya pimpinan baru. Dimana, Prof. Wan Jamaluddin, M.Ag., Ph.D.resmi akan dilantik sebagai rektor baru UiN Raden Intan Lampung, menggantikan pejabat lama, Prof H. M. Mukri. 

Pelantikan ini Rektor baru UIN Raden Intan ini akan digelar di Kemenag, Jakarta, Jumat (28/1/2022). Pukul 9,30 ini. 

Informasi ini di benarkan oleh Humas UIN Raden Intan Lampung. "Iya informasinya dilantik hari ini, pukul 9,30,"jelas Fahmi staf Humas UIN Raden Intan. 


Untuk diketahui, Prof. Wan Jamaluddin, M.Ag., Ph.D. ditetapkan sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung. oleh Kemenag setelah melalui berbagai tahapan dan proses. (R1) 


Lamsel (Pikiran Lampung
)-– Dana bantuan langsung tunai (BLT) covid 19 sejatinya adalah upaya pemerintah dalam membantu warga yang terdampak ekonomi akibat pandemi. Namun, dana bantuan ini justru di Kabupaten Lampung Selatan disinyalir ada dugaan penyimpangan. Terutama pada tahun 2020 -2021 lalu. Yang diduga dilakukan oleh oknum tertentu untuk memperkaya diri sendiri.  ibarat ban mobil, maka dana bantuan BLT ini diduga telah mengalami 'kebocoran halus' pada realisasinya. 

Dari pengamatan awak media Kamis (27/1/2022) berdasarkan Laporan Keuangan Pemkab Lampung Selatan tahun anggaran 2020 yang ditanda tangani Bupati Nanang Ermanto, khususnya pada realisasi anggaran belanja tidak terduga penanggulangan Pandemi COVID-19 sebesar Rp 43,776 miliar, terindikasi korupsi.

Diketahui, miliaran anggaran tersebut direalisasikan untuk bidang kesehatan sebesar Rp 19,838 miliar, bidang sosial Rp 18,700 miliar dan bidang ekonomi sebesar Rp5,237 miliar.

Dari  catatan Laporan Keuangan (CALK) Pemkab Lampung Selatan Tahun Anggaran 2020 itu, salah satunya di Bidang Sosial. Khususnya pada penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi 5.900 masyarakat yang terdampak covid-19 yang menelan anggaran sebesar Rp 15,587 miliar dengan rincian: tahap 1 Rp Rp 10.481.015.000,00, tahap 2 Rp Rp 3.415.370.000,00, dan tahap 3 Rp 1.690.700.000,00, ini ditemukan banyak dugaan kejanggalan.  

Pada penyaluran BLT Tahap I (April, Mei dan Juni 2020), semula terealisasi sebesar Rp 10.620.000.000,00 berkurang sebesar Rp 138.985.000,00 sehingga menjadi sebesar Rp 10.481.015.000,00;

Kepala Dinas Sosial Lampung Selatan Dulkahar saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (10/9/2020) lalu,  menyatakan, jumlah penerima pada pencairan tahap I atau untuk bulan April-Mei-Juni, yakni sebanyak 5.900 masing-masing menerima Rp 600.000/ KPM.

Dari keterangan pihak Dinas Sosial Lampung Selatan jika disesuaikan dengan CALK Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2020 dengan realisasi anggaran BLT tahap 1 sebesar Rp 10,4 miliar, seharusnya dana yang diterima 5.900 masyarakat bukan hanya Rp 600 ribu melainkan sebesar @Rp 1,7 juta/ KPM. Sehingga dari hal inilah terdapat adanya selisih anggaran sebesar Rp 6.941.015.000,00.

Pada penyaluran BLT Tahap II (Juli dan Agustus 2020), semula terealisasi sebesar Rp 3.540.000.000,00 berkurang sebesar Rp 124.630.000,00 sehingga menjadi sebesar Rp 3.415.370.000,00;

Kadis Sosial Lamsel yang saat itu dijabat oleh Dulkahar menjelaskan, Untuk tahap kedua ini yang disalurkan untuk priode Juli-Agustus 2020 sebesar Rp300.000, tapi dicairkan untuk 2 bulan, katanya.

Pada penyaluran BLT Tahap III (September 2020), semula terealisasi sebesar Rp 1.170.000.000,00 berkurang sebesar Rp 79.300.000,00 sehingga menjadi sebesar Rp Rp 1.690.700.000,00.

Berdasarkan CALK Pemkab Lamsel tahun 2020, anggaran diatas tersebut direalisasikan dibulan September 2020 bagi 5.900 KPM x Rp 300.000 bagi masyarakat yang terdampak COVID-19.

Sehingga, realisasi anggaran penyaluran BLT bagi 5.900 masyarakat Kabupaten Lampung Selatan yang terdampak covid-19 tahun 2020 sebesar Rp 15.587.085.000 seharusnya hanya menghabiskan anggaran sebesar Rp 8,850 Miliar.

Sementara, menanggapi pemberitaan ini Dulkahar yang saat itu menjabat Kepala Dinas Sosial Lampung Selatan mengatakan, BLT di Lampung Selatan disalurkan melalui mekanisme wesel pos oleh kantor PT Pos Indonesia.

Menurutnya, jumlah dana yang disalurkan dan jumlah KPM penerima jelas pertanggung jawabannya. Jika ada yang tidak tersalurkan oleh PT Pos Indonesia langsung dikembalikan ke Kas daerah sesuai dengan jumlah yg tidak di salurkan oleh pihak PT Pos Indonesia.

“Tidak mungkin dapat disimpangkan dana BLT tersebut, di samping itu dalam pelaksanaan program dan setelah selesai juga kami di audit oleh BPK RI perwakilan Lampung,” terang Dulkahar saat dikonfirmas beberapa waktu lalu. 

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa BLT itu tidak mungkin dapat diselewengkan serupiah pun oleh pihaknya maupun PT Pos Indonesia. Karena dana yang dari kas daerah langsung ditranferkan ke pihak PT Pos Indonesia lalu PT Pos melakukan penyalurannya dan yang tidak tersalurkan dikembalikan oleh pihak PT Pos ke rekening Kas Daerah kembali.

Namun, saat disinggung kembali terkait jumlah dana yang disalurkan bagi setiap masyarakat penerima BLT tahap 1 tahun 2020, Kadis Dulkahar mengaku tidak hapal dikarenakan banyak pekerjaan lainnya.

“Yah bung, Saya pasti gak apal dong berapa jumlahnya. Tapi yang pasti semua ada laporannya dan sudah dilakukan audit BPK dan dipastikan tidak ada satu rupiah pun dana BLT diselewengkan oleh Dinas Sosial. Jangankan mau di korupsi, mampir disentuh aja tidak karena semuanya sudah menggunakan mekanisme Bank dan wesel dari kantor PT pos ke penerima,” pungkasnya. (**)