Advertisement
Metro (Pikiran Lampung)- Musibah yang menimpa dua mahasisi Universitas Lampung di Taman Wisata Wira Garden membuat banyak pihak ikut berdukacita.
Termasuk Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, dimana
salah satu korban di wira garden tersebut adalah warganya.
Walikota Bambang secara khsusu bertakziah ke rumah
almarhumah hafizah Al Quran, Bunga Rosana (23), salah satu korban hanyut di
area wisata Wira Garden, Teluk Betung Timur, Bandarlampung, Kamis (2/4/2026).
Setelah mensolatkan jenazah di Masjid Baitul Ahlak, Gang
Subur I, Hadumulyo Barat, Metro Pusat, kepada awak media Wali Kota menyatakan
kepergian almarhumah merupakan kehilangan bagi Kota Metro.
Sebab, almarhumah merupakan hafizah 30 juz yang kerap
memperoleh predikat juara pada ajang MTQ tingkat provinsi.
Ia berharap kecintaan almarhumah kepada Alquran menjadi
teladan dan panutan remaja sehingga bermunculan hafizah baru sebagai pengganti.
"Almarhum ini aset terbaik yang kita miliki, hafizah,
dan saya pribadi berharap prestasi dan kecintaan beliau terhadap Al Quran
menjadi teladan dan panutan bagi remaja lainnya di Kota Metro," katanya.
Jenazah almarhumah tiba di rumah duka yakni di Gang Subur
1, RT 22 RW 02 Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat sekitar pukul
16.24 WIB.
Diketahui, Bunga Rosana merupakan hafizah 30 juz yang
kerap memperoleh predikat juara pada ajang MTQ tingkat provinsi. Mahasiswi
Fakultas MIPA Unila ini dikenal baik dan bersahaja di lingkungan kampus.
"Dia mahasiswi yang cerdas dan bersahaja. Ia juga
pernah menjadi wakil MIPA untuk MTQ di tingkat universitas," ujar Junaidi,
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas MIPA Unila.
Jasad putri pertama pasangan Ismail Yusuf dan Heliana
ditemukan pada Kamis (02/04) pukul 11.30 WIB di muara Pulau Pasaran, Teluk
Betung Barat.
Rosana dan rekannya Fatmawati (23) diketahui terhanyut
oleh arus bah, di aliran sungai area Wisata Wira Garden pada Rabu (01/04) pukul
13.00Wib.
Keduanya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah proses pencarian yang memakan waktu 20 jam oleh Tim gabungan Basarnas dan BPBD Bandarlampung.(ant?p1)