Advertisement
| Foto Ilsutrasi AI Shine Anju/ Pikiran Lampung |
Bandarlampung
(Pikiran Lampung)- Provisi Lampung terus bergerak maju di berbagai sektor,
baik pembangunan maupun ekonomi rakyat.
Di bawah
kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Wagub Jihan dan Didukung
Sekdaprov Marindo Kurniawan, Lampung siap jadi kawasan industri unggulan di
regional Sumatera.
Dimana, Pemerintah
Provinsi (Pemprov) Lampung sedang mengembangkan empat kawasan industri untuk
mendukung pelaksanaan program hilirisasi komoditas di daerah itu.
"Provinsi
Lampung ini akan dikembangkan menjadi pusat hilirisasi komoditas pangan. Di
sini ternyata baru 30 persen komoditas yang dihilirisasi, dan sisanya 70 persen
komoditas asal Lampung dijual dalam bentuk mentah," ujar Gubernur Lampung
Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Selasa.
Ia
mengatakan dalam pelaksanaan program hilirisasi komoditas, membutuhkan kawasan
industri sebagai lokasi pengelolaan komoditas dari bahan mentah menjadi produk
turunan.
"Oleh
karena itu telah kami siapkan pengembangan empat kawasan industri yaitu Kawasan
Industri Rejosari, Kawasan Industri Ketibung, Way Kanan Industrial Estate dan
Tanggamus Industrial Estate," katanya.
Dia
menjelaskan dua kawasan industri itu telah selesai melaksanakan feasibility
study (FS) atau studi kelayakan, dan satu kawasan industri sedang melakukan
persiapan feasibility study.
"Kalau
dari empat kawasan industri tersebut bisa terbentuk dua saja maka kita akan
mendapatkan lompatan pertumbuhan ekonomi yang sangat besar karena bahan baku
yang ada di Lampung bisa dikelola. Bahkan kita bisa mengambil bahan baku di
daerah sekitar Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel)," ucap dia.
Menurut dia,
berbagai pihak pun dapat memanfaatkan adanya infrastruktur transportasi yang
tersedia di wilayahnya seperti Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), jalur kereta
api, dan pelabuhan dalam pengembangan kawasan industri.
"Ini
menjadi salah satu alat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi delapan
persen, dan saya juga memohon kepada pemerintah kabupaten serta kota untuk
memberi dukungan pembentukan rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan persyaratan
lainnya secepat mungkin," tambahnya.
Ia
mengatakan hal tersebut harus dilakukan dengan cepat, sebab salah satu
penghambat terciptanya investasi di daerah adalah tidak siapnya pemerintah
daerah dalam penyediaan dokumen RTRW dan sebagainya.
Diketahui
sebelumnya profil kawasan industri yang akan dikembangkan oleh pemerintah
daerah adalah Kawasan Industri Rejosari yang memiliki potensi luas lahan kurang
lebih 4.000 hektare.
Kawasan ini
mencakup tiga wilayah desa di dua kabupaten yaitu Desa Rejosari di Kecamatan
Natar Kabupaten Lampung Selatan kurang lebih seluas 3.000 hektare serta Desa
Negeri Katon, dan Desa Halangan Ratu Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran
dengan luas lahan kurang lebih 1.000 hektare.
Pengembangan
kawasan industri ini merupakan inisiatif strategis Pemerintah Provinsi Lampung
untuk membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis agro industri.
Sebab lokasi
dekat dengan infrastruktur vital seperti jalan Lintas Sumatera, Jalan Tol Trans
Sumatera, Pelabuhan Panjang, Bandara Radin Inten, serta rencana pengembangan
shortcut Rejosari-Tarahan atau dryport Rejosari.
Kemudian
profil proyek pembangunan Kawasan Industri Katibung, termasuk dalam kawasan
industri prioritas dalam RPJMN 2019-2024, luas lahan potensial kurang lebih
271,97 hektare, dekat dengan PLTU Sebalang, kedalaman laut sekitar 9-24 meter,
lokasi di Desa Sebalang dan Desa Karya Tunggal Kecamatan Ketibung Kabupaten
Lampung Selatan, core bisnis fokus ke Petrokimia berupa migas, baja, dan
oleokimia, saat ini sedang menyusun studi kelayakan.
Lalu area
industrial dan production estate Way Kanan Industrial Estate terletak di
Kabupaten Way Kanan, fokus kepada industri pertanian dengan luas area 4.500
hektare.
Lalu
Tanggamus Industrial Estate berlokasi di Kabupaten Tanggamus, fokus pada
industri maritim luas area 1.200 hektare.
Selanjutnya
Tanjung Bintang Industrial Estate berlokasi di Kabupaten Lampung Selatan fokus
kepada pembangunan berbasis industri dengan luas 127 hektare.(ant/anju)