lisensi

Sabtu, 04 April 2026, April 04, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-04T08:43:40Z
Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung

Stok Vaksin MR Aman, Dinkes Bandar Lampung Pastikan Imunisasi Tetap Berjalan Optimal

Advertisement



Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Pemerintah Kota Bandar Lampung memastikan ketersediaan vaksin campak atau Measles Rubella (MR) dalam kondisi aman dan mencukupi untuk mendukung program imunisasi hingga Maret 2026. Jaminan ini diberikan guna memastikan perlindungan kesehatan anak tetap terjaga di tengah upaya pencegahan penyakit menular.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan stok vaksin yang tersedia saat ini masih sesuai dengan kebutuhan sasaran yang telah ditetapkan pemerintah.

“Untuk kebutuhan Maret masih tercukupi,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).


Ia menjelaskan, kebutuhan vaksin pada Januari dan Februari 2026 telah terpenuhi. Sementara untuk Maret, sasaran imunisasi mencakup 1.818 bayi usia 9 bulan dan 1.811 anak usia 18 bulan. Saat ini, stok vaksin MR yang tersebar di seluruh puskesmas mencapai 934 vial atau setara dengan 9.340 dosis.


Selain memastikan ketersediaan, Dinas Kesehatan juga menjamin kualitas vaksin yang digunakan. Seluruh vaksin berasal dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan dan telah mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


Untuk menjaga mutu, vaksin disimpan menggunakan sistem rantai dingin dengan suhu terkontrol antara 2 hingga 8 derajat Celsius. Penyimpanan dilakukan di instalasi farmasi maupun puskesmas dengan peralatan khusus.


Distribusi vaksin ke lokasi pelayanan juga dilakukan secara ketat menggunakan vaccine carrier atau cool box guna menjaga stabilitas suhu, termasuk saat pelaksanaan imunisasi di luar gedung.


Dari sisi capaian, tingkat kekebalan kelompok (herd immunity) di Bandar Lampung pada 2025 dinilai telah terbentuk. Cakupan imunisasi campak untuk bayi usia 9 bulan mencapai 95,8 persen, anak usia 18 bulan 96,6 persen, dan anak kelas 1 SD sebesar 93 persen.


Meski demikian, masih terdapat sejumlah wilayah dengan capaian di bawah target minimal 95 persen. Untuk imunisasi MR1 bayi usia 9 bulan, capaian di wilayah Puskesmas Simpur tercatat 84,2 persen, Panjang 86,4 persen, dan Labuhan Ratu 94,1 persen.


Sedangkan pada imunisasi MR2 anak usia 18 bulan, capaian di Simpur masih 79,4 persen, Panjang 83,4 persen, serta wilayah lain seperti Kemiling, Labuhan Ratu, KORPRI, dan Campang juga masih di bawah target.


Sementara itu, capaian imunisasi BIAS MR untuk siswa kelas 1 SD di wilayah Panjang dan Kemiling masing-masing berada di angka 84,5 persen dan 87,7 persen.


Dinas Kesehatan menegaskan akan terus menggencarkan upaya peningkatan cakupan imunisasi, khususnya di wilayah yang masih rendah, guna mencegah penyebaran campak dan mengantisipasi potensi kejadian luar biasa di masa mendatang.(*)