Advertisement
Tulang Bawang (Pikiran Lampung) – Di sela kunjungan peliputan ke Kabupaten Tulang Bawang, Jumat (3/7/2026), Tim Media Harian Pikiran Lampung menyempatkan diri singgah di deretan kios UMKM penjual ikan asin dan terasi udang di kawasan Cakat Raya, Menggala Timur. Lokasi yang berada di sepanjang Jalan Lintas Sumatera itu telah lama dikenal sebagai pusat oleh-oleh khas Menggala bagi para pelintas maupun wisatawan.
Kawasan tersebut dipenuhi lapak yang buka hampir 24 jam setiap hari. Beragam produk olahan hasil perikanan dipajang di setiap kios, mulai dari ikan asin air tawar dan laut, ikan asap, terasi udang, hingga kemplang khas Tulang Bawang. Tim Pikiran Lampung pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli sejumlah oleh-oleh khas yang menjadi identitas kuliner daerah berjuluk Sai Bumi Nengah Nyappur itu.
Salah satu daya tarik utama sentra UMKM ini adalah beragam jenis ikan asin seperti ikan gabus, sepat, baung, nila, hingga ikan asap yang diolah secara tradisional. Tak kalah diminati, terasi udang khas Tulang Bawang memiliki cita rasa dan aroma yang khas karena dibuat dari udang air tawar pilihan yang dipadukan dengan garam melalui proses turun-temurun. Warna kemerahan yang dihasilkan menjadi ciri khas produk lokal tersebut.
Selain menjaga kualitas rasa, para pelaku UMKM juga terus berinovasi melalui kemasan produk yang lebih menarik agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Tidak hanya masyarakat Lampung, produk-produk ini juga menjadi buruan wisatawan dan pengendara dari berbagai daerah yang melintasi Jalan Trans Sumatera.
Meski demikian, para pedagang mengaku aktivitas penjualan tidak lagi seramai beberapa tahun lalu. Beroperasinya Jalan Tol Trans Sumatera membuat arus kendaraan yang melintas di jalur lama berkurang sehingga berdampak pada jumlah pembeli. Kondisi tersebut mendorong para pelaku usaha memanfaatkan media sosial dan pemasaran daring sebagai strategi untuk memperluas jangkauan pasar.
Keberadaan sentra UMKM ikan asin dan terasi di Menggala menjadi bukti bahwa usaha mikro tetap memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat Tulang Bawang. Dengan dukungan promosi yang berkelanjutan, produk-produk khas ini diharapkan semakin dikenal luas sekaligus menjadi daya tarik wisata kuliner yang mampu mengangkat potensi lokal Kabupaten Tulang Bawang.(kesya)