lisensi

Rabu, 08 April 2026, April 08, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-08T11:23:35Z
DPD PETIR Lampung

DPD PETIR Lampung Siap Kawal dan Dukung Pembangunan Insfrastruktur Oleh Gubernur Mirza

Advertisement

 


Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pasukan Elit Inti Rakyat (PETIR) Lampung menyatakan komitmennya untuk mendukung dan mengawal percepatan pembangunan infrastruktur di Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela bersama Sekdaprov Marindo Kurniawan.


Ketua Umum DPP PETIR Lampung, Rezi Novaldi Putra Hakim, mengatakan dalam satu tahun terakhir Lampung menunjukkan kemajuan signifikan, khususnya pada sektor infrastruktur yang berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.


“Lampung terus mengalami peningkatan dan kemajuan, terutama melalui perbaikan dan pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).


Pemerintah Provinsi Lampung sendiri bergerak cepat menjalankan program percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, pada tahun 2026. Pemprov menargetkan perbaikan hampir 200 kilometer jalan provinsi guna meningkatkan tingkat kemantapan jalan dari sekitar 75 persen pada 2025 menjadi 86 persen pada 2026.


Sejumlah proyek strategis telah mulai berjalan, di antaranya ruas Kalirejo–Bangunrejo sepanjang 5,53 kilometer dengan anggaran Rp57,75 miliar, ruas Padang Ratu–Kalirejo sepanjang 6,5 kilometer senilai Rp66,69 miliar, serta Padang Ratu–Pekurun Udik sepanjang 3,5 kilometer dengan anggaran Rp38,39 miliar. Total anggaran untuk satu kawasan tersebut mencapai Rp162,93 miliar.


Secara keseluruhan, Dinas Bina Marga Provinsi Lampung menangani 62 ruas jalan di berbagai wilayah. Program ini telah dimulai sejak awal April 2026 dan ditargetkan rampung secara bertahap hingga akhir tahun, dengan menitikberatkan pada kualitas konstruksi dan daya tahan jalan.


Berdasarkan data tahun 2025, kondisi jalan provinsi tergolong mantap di hampir seluruh daerah. Lampung Timur mencatat 95,85 persen, Pesisir Barat 95,22 persen, Lampung Utara 93,58 persen, Pesawaran 92,09 persen, Lampung Selatan 91,92 persen, Bandar Lampung 100 persen, serta Metro 92,64 persen.


Rezi menegaskan, pembangunan infrastruktur terutama jalan merupakan kebutuhan mendesak yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar program pembangunan dapat berjalan optimal.


“Peningkatan infrastruktur akan berdampak langsung terhadap kemajuan ekonomi masyarakat. Ini perlu dukungan bersama agar target yang ditetapkan pemerintah dapat tercapai,” tegasnya.


Dengan target peningkatan yang agresif, pembangunan infrastruktur di Lampung diharapkan menjadi fondasi kuat dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.(red)