lisensi

Rabu, 08 April 2026, April 08, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-08T10:49:00Z
Kepala Bappeda Lampung AnangPemprov Lamung

Program DesaKu Maju Dorong Hilirisasi Desa, Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan di Lampung

Advertisement



Bandarlampung (Pikiran Lampung) — Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat pembangunan ekonomi berbasis desa melalui Program DesaKu Maju dengan menempatkan hilirisasi sektor pertanian sebagai strategi utama dalam meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.


Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Anang Risgiyanto, yang mewakili Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam kegiatan Pelatihan Operator Mesin Pengering (bed dryer) Manajemen Bisnis di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (5/4/2026).



Anang menjelaskan bahwa Program DesaKu Maju merupakan bagian dari transformasi ekonomi desa yang dirancang secara terarah dan berkelanjutan, sekaligus mencerminkan arah kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung.


Menurutnya, hilirisasi menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi lokal serta memperkuat struktur ekonomi daerah dari tingkat desa.


“Program ini tidak hanya berfokus pada penyaluran alat dan mesin pertanian, tetapi merupakan bagian dari upaya hilirisasi di tingkat desa,” ujarnya.


Ia menambahkan, fokus pengembangan diarahkan pada tiga komoditas unggulan, yakni padi, jagung, dan singkong, yang selama ini menjadi tulang punggung sektor pertanian di Lampung.



Lebih lanjut, ia mengutip arahan Gubernur Lampung dalam rapat koordinasi sebelumnya yang menegaskan pentingnya hilirisasi sebagai strategi pembangunan dari bawah.


“Program ini bukan sekadar distribusi mesin, melainkan langkah nyata hilirisasi di tingkat desa. Fokus kita pada padi, jagung, dan singkong—tiga komoditas strategis yang diyakini mampu menjadi penggerak utama ekonomi Lampung dari akar rumput,” tegasnya.


Melalui Program DesaKu Maju, desa didorong tidak hanya menjadi penghasil bahan mentah, tetapi juga berkembang sebagai pusat pengolahan hasil pertanian. Pemanfaatan teknologi pascapanen, seperti mesin pengering (bed dryer), diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses pasar bagi petani.


Program ini juga terintegrasi dengan berbagai inisiatif strategis, di antaranya dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari upaya memperkokoh ekonomi kerakyatan.


Poin Penting Program DesaKu Maju Lampung:


Fokus Pemberdayaan: Mengatasi kemiskinan dengan mendorong masyarakat menjadi berdaya dan mandiri, bukan sekadar bergantung pada bantuan sosial.


Target 2026: Pengembangan fasilitas bed dryer di 82 lokasi serta penyebaran pupuk organik cair (POC) di 800 titik.


Target Pelatihan: Melanjutkan program vokasi bagi 500 peserta guna meningkatkan keterampilan dan kapasitas sumber daya manusia desa.


Komoditas Utama: Hilirisasi produk pertanian, khususnya padi, jagung, dan singkong untuk meningkatkan nilai jual, sebagaimana telah berhasil diterapkan di wilayah Wonomarto, Lampung Utara.


Optimalisasi BUMDes: Mendorong peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebagai motor penggerak ekonomi desa.


Infrastruktur & Permodalan: Memperkuat akses infrastruktur desa serta memberikan kemudahan akses pasar dan permodalan bagi pelaku usaha desa.


Pemerintah Provinsi Lampung optimistis bahwa implementasi hilirisasi komoditas pertanian akan berdampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani, penciptaan lapangan kerja di perdesaan, serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru yang mandiri dan berkelanjutan.


Ke depan, Pemprov Lampung memastikan bahwa perencanaan dan pelaksanaan Program DesaKu Maju dilakukan secara terukur, terintegrasi, dan berkesinambungan guna menghadirkan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi daerah yang dimulai dari desa. (Bila)