lisensi

Minggu, 31 Agustus 2025, Agustus 31, 2025 WIB
Last Updated 2025-08-31T13:33:34Z

Gubernur Mirza dan Sekdaprov Marindo Ajak Warga Lampung Tetap Saling Bergandengan Tangan

Advertisement



 Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Sekdaprov Marindo Kurniawan serta jajaran Forkompimdan mengikuti doa bersama di Gedung DPRD Provinsi Lampung, Ahad (31/8/2025).

Dimana, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar doa bersama ini, untuk kedamaian bangsa serta suasana dan kondisi yang kondusif di daerah setempat, khususnya di Bumi Ruwa Jurai.

 

"Sore hari ini kita melaksanakan doa bersama untuk kedamaian dan persatuan di Provinsi Lampung," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

 


Ia mengatakan kegiatan tersebut, selain mendoakan agar terwujud situasi yang aman dan damai, juga mendoakan para korban meninggal dunia dalam unjuk rasa pada 28 Agustus 2025.

 

"Kita mendoakan juga almarhum pengemudi ojek online, ASN yang menjadi korban dan rekan-rekan kita se-Indonesia yang terkena musibah beberapa waktu ini. Sekaligus kita menyatukan hati dan tujuan di sini agar semua dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa," katanya.

 


Dia mengharapkan semua pihak bisa bersatu memajukan dan mensejahterakan Indonesia dan Provinsi Lampung.

 

"Yang terjadi saat ini merupakan bagian dari iklim demokrasi yang kita junjung tinggi, namun perlu juga kedewasaan dalam menjaga suasana tetap kondusif," ucap dia.

 

Menurut dia, dengan adanya doa bersama ini diharapkan dapat mendamaikan, melegakan seluruh masyarakat di Provinsi Lampung.


Semua, lanjutnya, harus memastikan agar kepedulian seluruh komponen masyarakat tersalurkan dengan cara yang sangat konstruktif, penuh etika, menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan.

 


"Sehingga energi terarah dalam melaksanakan pembangunan, mengejar ketertinggalan daerah dan meningkatkan kesejahteraan bersama di Provinsi Lampung," ucapnya.

 

Sementara itu, Sekdaprov Lampung, Marndo Kurniawan meminta agar seluruh warga Lampung bias bergandengan tangan dan tetap jaga persaudaraan serta kerukunan. “Silahkan sampaikan pendapat tapi teta dengan cara yang santun, sesuai dengan buadaya nemui nyimah ulun Lampung. Mari tetap saling jaga, Lampung ini Milik kita bersama,”pungkasnya. (ant/P1)