lisensi

Selasa, 19 Agustus 2025, Agustus 19, 2025 WIB
Last Updated 2025-08-19T11:04:26Z
DaerahWalikota Metro Bambang Iman Santoso

BPS Metro Sosialisasikan Hasil Pembinaan Program Kelurahan Cinta Statistik

Advertisement



Metro (Pikiran Lampung) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Metro menggelar Sosialisasi Hasil Pembinaan Program Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) di Kelurahan Iringmulyo.


Kegiatan berlangsung di OR Setda Kota Metro pada Selasa (19/08/2025) dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, Wakil Wali Kota M. Rafieq Adi Pradana, Plt. Kepala Bappeda Yerri Ehwan, kepala OPD, camat, hingga lurah se-Kota Metro.


Kepala BPS Metro, Arum Purbowati, dalam laporannya menyampaikan bahwa program Kelurahan Cantik bertujuan meningkatkan literasi statistik di tingkat kelurahan. Program ini juga menstandarkan pengelolaan data agar akurat, dapat dipertanggungjawabkan, serta bermanfaat dalam perencanaan pembangunan.


Menurut Arum, sosialisasi ini menjadi rangkaian dari pembinaan yang telah dilakukan di Kelurahan Iringmulyo. Hasil yang disampaikan diharapkan dapat memotivasi kelurahan lain untuk menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan data.


“Kegiatan ini juga untuk membangun kolaborasi antara BPS, kelurahan, dan OPD dalam mewujudkan kelurahan unggul dengan data berkualitas,sosialisasi melibatkan sembilan kelurahan serta perwakilan akademisi dan diharapkan peserta memperoleh gambaran jelas terkait pembinaan, meningkatnya kesadaran literasi data, serta tumbuhnya komitmen bersama mengelola data secara akurat dan transparan,” ungkapnya.


Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif BPS Kota Metro. Menurutnya, program Kelurahan Cantik merupakan langkah strategis untuk meningkatkan literasi dan peran aktif perangkat kelurahan dalam mengelola data statistik.


Bambang menegaskan, data berkualitas merupakan pondasi utama dalam perumusan kebijakan. Tanpa data valid dan terintegrasi, kebijakan pembangunan berpotensi meleset dari sasaran. “Karena itu, kelurahan sebagai ujung tombak pemerintahan harus memiliki kapasitas dan komitmen dalam penggunaan data,” jelasnya.


Lebih lanjut, Bambang menilai program Kelurahan Cantik bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan transformasi budaya kerja menuju pemerintahan berbasis data. Output yang diharapkan mencakup terbentuknya profil kelurahan yang komprehensif, meningkatnya kualitas pelayanan publik, serta perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.


Sementara itu, Ahmad Riswan Nasution menekankan pentingnya pembangunan berbasis data. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak lagi bisa diklaim tanpa dasar data. “Saat ini pembangunan tidak bisa lagi hanya berdasarkan asumsi, semua harus berbasis data. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga pelaporan membutuhkan data yang akurat,” ungkapnya.


Ia menjelaskan, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997, BPS mendapat mandat tidak hanya menyediakan data dasar, tetapi juga melakukan pembinaan statistik sektoral. “Bagaimana data ini bisa berkualitas tentu ada pembinaan dari BPS, tapi itu tidak cukup. Perlu dukungan dari seluruh OPD hingga kelurahan. Data inilah yang menjadi dasar intervensi pembangunan agar lebih optimal,” tegasnya.


Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, BPS dan Pemerintah Kota Metro berharap semangat “Cinta Statistik” terus tumbuh di setiap kelurahan. Dengan data yang berkualitas, pembangunan dapat berjalan tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Kota Metro sebagai kota cerdas dan berdaya saing.(*/madi)