lisensi

Selasa, 05 Agustus 2025, Agustus 05, 2025 WIB
Last Updated 2025-08-05T14:13:10Z
BPS Provinsi LampungEkonomiKadiskominfotik Ganjar JationoPemprov Lampung

Pertumbuhan Ekonomi Lampung Menunjukkan Tren Positif, Menyentuh Angka 5,09 Persen

Advertisement


Bandar Lampung (Pikiran Lampung) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menyatakan, Lampung menempati posisi ketiga mengalami pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Sumatra pada Triwulan II 2025, setelah Kepulauan Riau (7,14 persen) dan Sumatera Selatan (5,42 persen). Pertumbuhan mencapai 5,09 persen.


Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution mengatakan, pertumbuhan ekonomi tersebut memberikan kontribusi sebesar 10,30 persen terhadap total produk domestik regional bruto (PDRB) Pulau Sumatera.


Ahmadriswan Nasution menjelaskan pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung menunjukkan tren yang positif.


"Kami mencatat pertumbuhan ekonomi Lampung pada Triwulan II-2025 mencapai 5,09 persen secara (y-on-y). Capaian ini menunjukkan penguatan yang solid dibandingkan Triwulan II-2024 yang hanya tumbuh 4,80 persen," ujarnya.


Secara tahunan (year-on-year/y-on-y), perekonomian Provinsi Lampung pada Triwulan II-2025 tumbuh sebesar 5,09 persen.


Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,12 persen pada periode yang sama. 



Dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi Lampung tumbuh sebesar 9,33 persen.



Secara kumulatif untuk Semester I-2025 (cumulative-to-cumulative/c-to-c), perekonomian Lampung tumbuh sebesar 5,27 persen,juga menguat dari capaian 4,08 persen pada periode yang sama tahun 2024.


Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Lampung atas dasar harga berlaku (ADHB) pada Triwulan II-2025 mencapai Rp 134.395,60 miliar dan atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp76.047,84 miliar.


Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Lampung pada Triwulan II-2025 didorong oleh kinerja sektor-sektor utama. Industri Pengolahan menjadi pendorong tertinggi dengan pertumbuhan 9,97 persen, berkat peningkatan produksi industri makanan dan minuman.


"Dari sisi produksi, kami melihat Industri Pengolahan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Lampung. Kenaikan ini dipengaruhi oleh produksi di sektor industri makanan dan minuman,yang juga berkorelasi dengan permintaan domestik yang meningkat," kata Ahmadriswan.


Sektor-sektor lain yang juga memberikan kontribusi signifikan, yaitu Jasa Lainnya (9,18 persen), Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (8,06 persen), Transportasi dan Pergudangan (7,52 persen), serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor (7,34 persen).


Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi, yaitu 7,50 persen.


Ahmadriswan menjelaskan, peningkatan ekspor, baik luar negeri maupun domestik, menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran. Hal ini didorong oleh komoditas unggulan Lampung seperti lemak dan minyak hewan, serta kopi.


Meski pertumbuhan mayoritas positif, beberapa sektor mengalami kontraksi.


Pengadaan Listrik dan Gas terkontraksi paling dalam sebesar 4,71 persen karena penurunan produksi gas kota.Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) juga terkontraksi sebesar 2,13 persen sebagai dampak dari efisiensi belanja pemerintah.


Dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Sumatera, Lampung menempati posisi ketiga dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi (5,09 persen) pada Triwulan II-2025, setelah Kepulauan Riau (7,14 persen) dan Sumatera Selatan (5,42 persen). 


Provinsi Lampung juga memberikan kontribusi sebesar 10,30 persen terhadap total PDRB Pulau Sumatera.(*)