Advertisement
| Sekdaprov Lampung. Dr. H.Marindo Kurniawan, S.T.M.M |
Bandarlampung (Pikiran Lampung) –Pemprov Lampung terus memastikan pelayanan kesehatan terhadap warga terus terpenuhi hingga ke pelosok bumi Ruwa Jurai.
Hal ini dikatakan oleh Sekdaprov Lampung, Marindo
Kurniawan, Sabtu (9/8/2025).
“ Ya seusai dengan program dan arahan pak Gubernur Mirza,
bahwa pelayanan kesehatan benar –benar harus terpenuhi untuk warga hingga ke
daerah pelosok sekalipun,”jelas mantan PJ bupati Pringsewu yang terkenal murah
senyum ini.
Ditambahkannnya, untuk merealisasikan apa yang sudah
diprogramkan oleh Gubernur dan wakil Gubernur Lampung tersebut, pihak pemrov
melalui satker terkait terus berupaya maksimal.
“ Pelayanan di ruma sakit daerah terus kita tingkatkan,
penambahan tenaga kesehatan, bantuan kesehatan hingga penyulusan kesehatan
secara luas ke masyarakat,”jelas Sekdaprov Marindo.
Senada dengan
Sekdaprov, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung Edwin Rusli
mengatakan bahwa klinik dan apotek sehat yang ada di Koperasi Desa Merah Putih
di wilayahnya sudah mulai beroperasi.
"Memang di setiap Koperasi Desa Merah Putih itu ada klinik
sehat dan apotek sehat yang berfungsi untuk memberi layanan kesehatan ke
masyarakat desa," ujar Edwin Rusli.
Ia mengatakan klinik sehat dan apotek sehat di Koperasi
Desa Merah Putih di Lampung yang telah beroperasi tersebut salah satunya di Way
Urang, Lampung Selatan.
"Apotek dan klinik sehat sudah mulai beroperasi itu
ada ada di Koperasi Desa Merah Putih di Way Urang Lampung Selatan dan ada satu
lagi masih di lokasi berdekatan. Ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk
berobat," katanya.
Edwin menjelaskan untuk operasional apotek sehat dilakukan
setiap hari, akan tetapi kalau untuk klinik sehat hanya dilakukan pada
Senin-Sabtu.
"Pelayanan kesehatan yang diberikan itu seperti
layanan dokter umum setaraf pelayanan di Puskesmas. Untuk petugas yang bertugas
di klinik itu berasal dari Puskesmas yang bertugas bergantian," ucap dia.
Menurut dia, bila ada kejadian khusus maka klinik sehat
dapat merujuk ke Puskesmas terdekat ataupun ke rumah sakit.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah
memperkuat komunikasi dengan para kepala desa (kades) di seluruh tanah air guna
memastikan terwujudnya percepatan pengintegrasian apotek dan klinik desa ke
dalam Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Inisiatif pengintegrasian apotek dan klinik desa ke dalam
Kopdes itu merupakan implementasi langsung dari Instruksi Presiden Nomor 9
Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai pilar
swasembada pangan dan kesehatan.
Kehadiran layanan kesehatan di tingkat desa diharapkan
dapat memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus menjadi langkah strategis
menuju desa yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.
Saat ini, Kementerian Kesehatan bersama para mitra
strategis tengah mempercepat pembangunan infrastruktur apotek desa di 103 titik
percontohan Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia.
Sebagai informasi, jenis obat yang disalurkan melalui
apotek desa meliputi paracetamol sebanyak 11.537.180 tablet, asam mefenamat
sebanyak 4.716.981 kaplet, dan cefadroxil sebanyak 1.200.000 kapsul.
Obat-obatan tersebut mencakup antipiretik, antiinflamasi,
dan antibiotik sebagai bagian dari upaya memastikan akses layanan farmasi dasar
yang merata di seluruh pelosok desa.(**)