lisensi

Sabtu, 09 Agustus 2025, Agustus 09, 2025 WIB
Last Updated 2025-08-09T16:48:00Z
dinas Kesehatan LampungGubernur MirzaSekdaprov Lampung Marindo Kurniawan

Sekdaprov Marindo Memastikan Pelayanan Kesehatan Terus Ditingkatkan Hingga Pelosok Lampung

Advertisement

Sekdaprov Lampung. Dr. H.Marindo Kurniawan, S.T.M.M
 

Bandarlampung (Pikiran Lampung) –Pemprov Lampung terus memastikan pelayanan kesehatan terhadap warga terus terpenuhi hingga ke pelosok bumi Ruwa Jurai.

Hal ini dikatakan oleh Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan, Sabtu (9/8/2025).

 

“ Ya seusai dengan program dan arahan pak Gubernur Mirza, bahwa pelayanan kesehatan benar –benar harus terpenuhi untuk warga hingga ke daerah pelosok sekalipun,”jelas mantan PJ bupati Pringsewu yang terkenal murah senyum ini.



Ditambahkannnya, untuk merealisasikan apa yang sudah diprogramkan oleh Gubernur dan wakil Gubernur Lampung tersebut, pihak pemrov melalui satker terkait terus berupaya maksimal.


“ Pelayanan di ruma sakit daerah terus kita tingkatkan, penambahan tenaga kesehatan, bantuan kesehatan hingga penyulusan kesehatan secara luas ke masyarakat,”jelas Sekdaprov Marindo.


 Senada dengan Sekdaprov, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung Edwin Rusli mengatakan bahwa klinik dan apotek sehat yang ada di Koperasi Desa Merah Putih di wilayahnya sudah mulai beroperasi.

 


"Memang di setiap Koperasi Desa Merah Putih itu ada klinik sehat dan apotek sehat yang berfungsi untuk memberi layanan kesehatan ke masyarakat desa," ujar Edwin Rusli.

 

Ia mengatakan klinik sehat dan apotek sehat di Koperasi Desa Merah Putih di Lampung yang telah beroperasi tersebut salah satunya di Way Urang, Lampung Selatan.

 

"Apotek dan klinik sehat sudah mulai beroperasi itu ada ada di Koperasi Desa Merah Putih di Way Urang Lampung Selatan dan ada satu lagi masih di lokasi berdekatan. Ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berobat," katanya.

 

Edwin menjelaskan untuk operasional apotek sehat dilakukan setiap hari, akan tetapi kalau untuk klinik sehat hanya dilakukan pada Senin-Sabtu.

 

"Pelayanan kesehatan yang diberikan itu seperti layanan dokter umum setaraf pelayanan di Puskesmas. Untuk petugas yang bertugas di klinik itu berasal dari Puskesmas yang bertugas bergantian," ucap dia.

 

 

 

Menurut dia, bila ada kejadian khusus maka klinik sehat dapat merujuk ke Puskesmas terdekat ataupun ke rumah sakit.

 

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memperkuat komunikasi dengan para kepala desa (kades) di seluruh tanah air guna memastikan terwujudnya percepatan pengintegrasian apotek dan klinik desa ke dalam Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

 

Inisiatif pengintegrasian apotek dan klinik desa ke dalam Kopdes itu merupakan implementasi langsung dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai pilar swasembada pangan dan kesehatan.

 

Kehadiran layanan kesehatan di tingkat desa diharapkan dapat memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus menjadi langkah strategis menuju desa yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.

 

Saat ini, Kementerian Kesehatan bersama para mitra strategis tengah mempercepat pembangunan infrastruktur apotek desa di 103 titik percontohan Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia.

 

Sebagai informasi, jenis obat yang disalurkan melalui apotek desa meliputi paracetamol sebanyak 11.537.180 tablet, asam mefenamat sebanyak 4.716.981 kaplet, dan cefadroxil sebanyak 1.200.000 kapsul.

 

Obat-obatan tersebut mencakup antipiretik, antiinflamasi, dan antibiotik sebagai bagian dari upaya memastikan akses layanan farmasi dasar yang merata di seluruh pelosok desa.(**)