Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) -Menanggapi banyaknya informasi yang beredar, dr. Billy Rosan yang merupakan dokter anak di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) angkat bicara soal pelaporan dirimya ke Polda Lampung oleh keluarga Alesha Erina Putri bayi dua bulan, dengan tuduhan dugaan ada unsur penipuan dan penggelapan, dengan merayu orang tua korban untuk operasi pada Senin 25 Agustus 2025.
Dalam ksempatan ini dr, Billy memaparkan secara lengkap soal pristiwa di RSUADM tersebut, dimana menurut sang dokter, pihak keluarga korban justru mengeluhkan buruk dan lambannya pelayanan di RSUDAM.
"Awal keluhan meninggalnya pasien Alesha yang berasal dari Lampung Selatan dirujuk ke Abdul Moeloek Sebelumnya saya sudah menjelaskan kepada pihak keluarga secara detail bahwa ada 3 teknik operasi masing- masing ada kelebihan dan kekuranhan, ada dua teknik memakai alat yang satu memerlukan waktu agak lama yang satu cuma sekali atau single-step dan ada satu teknik tidak memakai alat yang bertahap-tahap setelah saya jelaskan mereka pulang, dan setelah beberapa minggu pihak sepakat menggunakan metode operasi single-step menggunakan alat yang belum tentu ada di Rumah Sakit," ungkap dr. Billy kepada awak media saat konferensi pers, di Emersia Hotel, Kamis (28/08/2025) malam.
Dokter anak yang dibebastugaskan oleh pihak RSUDAM karena kasus yang menimpanya tersebut memaparkan proses operasi Alesha.
"Proses operasi sekitar 2 jam setengah dari jam setengah 12 hingga jam 2, setelah jam 2 tim anestesi yang memonitor pasien, saya sebagai operator setelah operasi saya praktek di Rumah Sakit lain dan tidak ada pengaduan atau apa dari perawat (terkait kondisi pasien), tiba tiba jam setengah 9 (malam) saya di wa dengan dokter jaga pasien sudah biru langsung saya perintahkan dibawa ICU tapi di Rumah Sakit penuh, saya perintahkan untuk dimasukan di ICU di rumah sakit lain dan saya gak tau prosesnya nah pada saat itu saya kontak lagi pasien sudah meninggal, nah paginya (besok) saya rencana visit ke ruangan untuk mengembalikan dana alat karena alat ada tersedia jadi saya belum sempat visit pasien sudah meninggal.
Saya mengucapkan bela sungkawa ke keluarga pasien lewat WA, dan keluhan keluarga paska operasi ke saya, terutama keluhan di ruangan tidak ada perawat yang standbye ternyata setelah saya investigasi ternyata perawat hanya dua orang, sampai semua kebutuhan atau membersihkan si bayi sendiri sampai sore, disitulah mulai terjadinya dia kecewa, tidak ada keluhan lain kecuali pelayanan yang sangat sangat kurang dan ambulance yang tidak bisa, fam saya ada bukti wa yang saya simpan di HP saya," paparnya.
Dengan pelaporan keluarga Alesha ke Polda Lampung, dr. Billy menjelaskan akan melakukan mediasi.
"Mengenai alat adalah opsi saya dan tidak ada paksaan, keuntungan sigle state hanya satu kali operasi dan tidak ada tahap tahap, cuma memang sata tidak mengecek terlebih dahulu alat itu ada atau tidak di Rumah Sakit, karena untuk ukuran sangat keciluntuk 2 bulan kadang ada atau tidak, sudah saya kasig opsi (untuk membeli alat) dan tidak ada keluhan soal itu hanya pelayanan saat operasi, dan dana sudah saya kembalikan esok harinya ke management yaitu Wadir RSUDAM , saya gak tau kenapa dia mengajukan laporan ke Polda Lampung pada tanggal 25 Agustus, langkah berikutnya ya mediasi," pungkasnya.
Untuk.diketahui Bayi Alesha lahir dengan kelainan kongenital: saraf pembuangan terputus dan disertai kelainan jantung. (Susi)
