lisensi

Jumat, 29 Agustus 2025, Agustus 29, 2025 WIB
Last Updated 2025-08-29T07:38:42Z
29/08/2025DemoDPRNasionalOjol TewasPolri

Tuntutan Transparansi dalam Kasus Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob

Advertisement


Jakarta (Pikiran Lampung)
- Berbagai kalangan menuntut agar polisi bersikap transparan dalam menyelidiki tewasnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, akibat dilindas kendaraan rantis Brimob. Jenazah Affan telah dimakamkan di pekuburan Karet Bivak, Jakarta, dengan dihadiri oleh ribuan pengemudi ojek online, keluarga, dan beberapa pejabat.


*"Kami Minta Keadilan"*


Galuh, seorang pengemudi ojol berusia 42 tahun, meminta pembunuhan Affan Kurniawan diusut sampai tuntas, termasuk pemberian hukuman setimpal bagi para pengemudi rantis Brimob yang melindas tubuh Affan. "Jangan sampai dilindungi. Harus dihukum seadil-adilnya," katanya, seperti yang dilansir BBC News Indonesia, Jumat (29/08/2025)




*Massa Tuntut Transparansi*


Massa yang sebagian besar terdiri pengemudi ojek online menggelar unjuk rasa di depan markas Komando Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta. Mereka menuntut agar penyelidikan kasus ini berjalan transparan dan terduga pelaku dari anggota Brimob dihukum berat.


*Polda Metro Jaya Berjanji Transparan*


Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi, berjanji akan menyelesaikan perkara ini dan meminta maaf atas peristiwa semalam. Ia juga berjanji akan merilis perkembangan terbaru pemeriksaan atas sejumlah anggota Brimob yang diduga bertanggungjawab dalam insiden tersebut.




*Tujuh Pelaku Ditahan*


Pihak Brimob telah menahan tujuh anggota yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Massa pendemo menuntut agar penyelidikan kasus ini berjalan transparan dan terduga pelaku dihukum berat. Setelah melalui dialog panjang, massa kemudian berangsur-angsur meninggalkan lokasi unjuk rasa. (*)