Advertisement
Tanggamus (Pikiran Lampung) - Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu dini hari mengubah sejumlah wilayah di Kabupaten Tanggamus menjadi zona darurat bencana. Kecamatan Cukuh Balak, Limau, dan Kelumbayan luluh lantak dihantam banjir dan longsor. Hingga Sabtu (6/9/2025) sore hujan belum juga reda, memperparah kondisi warga yang sudah porak-poranda.
Akses menuju lokasi bencana terputus total. Longsor menutup jalur utama, sementara jembatan darurat yang dibangun pascabanjir beberapa minggu lalu ikut hanyut terseret arus bersama pondasinya. Ribuan warga kini terjebak, bertahan hanya dengan peralatan seadanya dan stok bahan pokok yang semakin menipis.
Situasi kian mencekam ketika sebuah truk terjebak di antara dua titik longsor, tanpa bisa bergerak menunggu jalan kembali terbuka.
“Material kayu, batu, dan tanah benar-benar menutup jalan. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas,” ungkap Kapolsek Limau, Iptu Dedi Yanto, mewakili Kapolres Tanggamus, AKBP Rahmad Sujatmiko. Polisi bersama warga berusaha melakukan gotong royong darurat. Hanya sebagian kayu yang bisa dipotong secara manual, sementara bongkahan tanah dan batu raksasa hanya bisa ditangani alat berat.
“Kami khawatir jika hujan kembali turun deras, longsor susulan bisa saja terjadi,” ujarnya dengan nada waspada. Untuk mengantisipasi bencana lebih besar, Polsek Limau bersama BPBD Tanggamus memperketat patroli di titik-titik rawan serta berkoordinasi dengan pemerintah pekon dan PLN. Hal ini guna mencegah bahaya listrik sekaligus mempercepat evakuasi warga jika kondisi memburuk.
Sementara itu, Kalak BPBD Tanggamus, Irvan Wahyudi, memastikan alat berat sudah dikerahkan menuju lokasi. “Harapannya jalan bisa segera dibuka kembali, karena akses warga benar-benar terputus,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, jalan lintas masih terkunci material longsor, meninggalkan rasa cemas bagi warga dan pengguna jalan yang terjebak.(*/ady)
