lisensi

Sabtu, 27 September 2025, September 27, 2025 WIB
Last Updated 2025-09-28T03:46:39Z
BPBD Provinsi Lampung

BPBD Lampung Himbau Masyarakat Waspadai Bencana Sudden Onset

Advertisement

Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung secara tegas mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap jenis bencana sudden onset. Imbauan ini disampaikan menyusul terjadinya gempa bumi magnitudo 4,5 di Kabupaten Tanggamus pada Jumat malam, pukul 21.55 WIB. Peningkatan kewaspadaan ini dianggap krusial mengingat sifat bencana yang datang secara tiba-tiba dan cepat.


Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa gempa bumi termasuk dalam kategori bencana sudden onset atau rapid onset. Karakteristik ini menuntut masyarakat untuk selalu siap siaga dan mempersiapkan diri sejak dini. Kesiapsiagaan ini bertujuan untuk meminimalisir dampak yang mungkin timbul dari bencana mendadak tersebut.


"Bencana sudden onset memiliki dampak yang lebih signifikan dibandingkan bencana slow onset, seperti banjir, karena terjadi tanpa peringatan. Oleh karena itu, BPBD Lampung menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi wilayah yang berada di jalur Sesar Semangko. Langkah proaktif ini diharapkan dapat mengurangi kerugian materiil dan korban jiwa di kemudian hari.", ujar Wahyu Hidayat.


Karakteristik Bencana Sudden Onset dan Dampaknya

Bencana sudden onset didefinisikan sebagai kejadian bencana yang terjadi secara mendadak dan cepat, memberikan sedikit atau bahkan tanpa waktu peringatan bagi masyarakat. Gempa bumi adalah salah satu contoh utama dari jenis bencana ini, di mana guncangan dapat terjadi dalam hitungan detik tanpa indikasi awal yang jelas. Karakteristik ini membedakannya dari bencana slow onset, seperti kekeringan atau banjir yang berkembang secara bertahap.


"Bencana sudden onset ini karena terjadi secara tiba-tiba dan cepat, maka dampaknya juga akan lebih signifikan, dibandingkan bencana slow onset yang terjadi dengan jangka waktu yang kejadian lebih lambat seperti banjir." jelasnya.


Dampak signifikan ini mencakup kerusakan infrastruktur yang parah, cedera massal, hingga potensi jatuhnya korban jiwa dalam skala besar.


Peristiwa gempa bumi di Kabupaten Tanggamus dengan magnitudo 4,5 yang terjadi pada Jumat malam lalu menjadi pengingat nyata akan potensi bahaya bencana sudden onset. Gempa tersebut berpusat di 19 kilometer Barat Laut Kabupaten Tanggamus dan berdampak pada beberapa desa di Kecamatan Semaka, termasuk Desa Sidodadi, Desa Tugu Rejo, dan Desa Karang Rejo. Meskipun magnitudo tidak terlalu besar, kejadian ini menyoroti perlunya kewaspadaan terus-menerus.


Pentingnya Kesiapsiagaan Dini di Jalur Sesar Semangko

Masyarakat yang tinggal di wilayah sepanjang jalur Sesar Semangko diminta untuk meningkatkan tingkat kewaspadaan mereka secara signifikan. Jalur sesar ini dikenal sebagai area dengan aktivitas tektonik tinggi yang rentan terhadap gempa bumi. Kesiapsiagaan dini menjadi kunci untuk menghadapi potensi gempa, terutama yang memiliki karakteristik dangkal dan kencang, yang dapat menimbulkan kerusakan lebih besar.


Wahyu Hidayat menegaskan bahwa semua kabupaten yang berada di jalur Sesar Semangko harus tetap bersiap siaga. "Ada tidaknya gempa susulan, kita tidak bisa memprediksi, tetapi paling tidak semua kabupaten yang berada di jalur Sesar Semangko harus tetap bersiap siaga," ujarnya. 


Pernyataan ini menggarisbawahi ketidakpastian gempa susulan dan pentingnya kesiapan berkelanjutan.


Peningkatan kewaspadaan ini dilakukan untuk meminimalisir dampak bencana di kabupaten-kabupaten tersebut, merujuk pada pengalaman pahit seperti peristiwa gempa Liwa pada tahun 1994 silam. Gempa Liwa menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana gempa bumi di jalur Sesar Semangko dapat menyebabkan kerusakan luas dan kerugian yang mendalam bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, wilayah seperti Kabupaten Lampung Barat perlu menjadi prioritas dalam upaya mitigasi.


Langkah Mitigasi dan Kewaspadaan Masyarakat

Kesiapsiagaan serta kewaspadaan masyarakat merupakan faktor esensial dalam mengurangi dampak negatif dari bencana sudden onset. Dengan persiapan yang matang, baik dampak materiil maupun potensi jatuhnya korban jiwa dapat diminimalisir secara signifikan. Hal ini mencakup pemahaman tentang jalur evakuasi, lokasi aman, dan cara bertindak saat gempa terjadi.(*)