lisensi

Jumat, 26 September 2025, September 26, 2025 WIB
Last Updated 2025-09-26T16:32:17Z
HukumLampung Fest 2025Pemprov Lampung

PRL Berubah Jadi Lampung Fest, Katanya Model Baru Tapi Konsep dan Rekanannya Terkesan "Abu-Abu'

Advertisement

 


Bandar Lampung (Pikiran Lampung) -- Pada tahun 2025 ini warga Lampung akan disuguhi 'pesta rakyat' seperti tahun -tahun sebelumnya, yang berlokasi di PKOR Bandarlampung. 


Namun, namanya berubah dar Pekan Raya Lampung (PRL) ke Lampung Fest 2025, yang diiringi dengan jargon atau semboyan yang sangat 'wah' model baru dan pro rakyat dan tentu saja disertai embel embel untuk maju. 


Namun jika dicerna lebih jauh, tentu ini indikasi hanya lagu lama dengan kaset baru plus aransemen musik 'kecil -kecilan. 



Sebab, bila disimak, dari konsep hajat besar ini terkesan masih abu -abu, fsetival UMKM kah, festival budaya kah, pameran pembangunan kah, atau memindahkan pedagang ke PKOR kah??..

Begitupun, rekanan atau yang lembaga yang digandeng oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yakni Forum Kreatif Lampung. 


Apa alasan khusus forum itu digandeng bagaimana proses mereka bisa didandengn atau ditunjuk, semuanya masih terkesan 'abu -abu'.

Atau mungkin diduga, ada hal besar yang disembunyikan dari hajat besar ini yang dibuat seolah -olah sederhana dan pro rakyat?



Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Lampung direncanakan menggelar Lampung Fest 2025 dengan tema "Coffee and Tourism" pada 11 November 2025 mendatang di PKOR Way Halim, Bandar Lampung. 



Hal terbut terungkap pada rapat penyelenggaraan Lampung Fest 2025 yang dipimpin langsung oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, di Gedung Pusiban, Jumat (26/09/2025). 


Dalam paparannya, Bani Ispriyanto menjelaskan bahwa Lampung Fest 2025 merupakan salah satu rangkaian dalam Lampung Boemi Event yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, termasuk tidak lagi menggunakan konsep Pekan Raya Lampung (PRL). 


"Gubernur meminta kita untuk tetap melaksanakan Lampung Festival dengan konsep yang tentunya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kita ingin menghadirkan kemeriahan, masukan, dan event-event yang berbeda agar lebih menarik dan terasa keseruannya," ujar Bani. 


Kegiatan ini direncanakan berlangsung pada tanggal 11 hingga 25 November 2025 berlokasi di PKOR Way Halim, Bandar Lampung. 


Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ditunjuk sebagai leading sector, namun pelaksanaannya menggandeng Forum Kreatif Lampung. Forum ini merupakan gabungan dari berbagai organisasi kreatif, termasuk Lampung Booking Event (BoKEH) dan Lampung Recreation (REL), yang akan menjadi penyelenggara utama. 


Salah satu perbedaan signifikan dari tahun sebelumnya adalah akses masuk dan hampir seluruh kegiatan pameran adalah gratis alias tidak berbayar. Kebijakan ini diambil agar masyarakat dapat berperan aktif dan berpartisipasi lebih intensif dalam acara ini, serta meningkatkan daya tarik pengunjung. 


"Kalau tahun-tahun sebelumnya Pekan Raya Lampung itu menggunakan EO (pihak ketiga) sehingga berbayar. Nah, ini kita buat gratis. Kami mengimbau semua pihak berperan aktif di dalamnya," tambah Bani. 


Tema utama, "Coffee and Tourism," ditentukan langsung oleh Gubernur. Isi kegiatan akan dibagi menjadi tiga fokus utama: Festival, Pameran, dan Hiburan.


Festival tahun ini akan dimeriahkan berbagai perlombaan menarik, mulai dari Lomba Kuliner, Lomba Barista, Lomba Band Remaja, hingga Lomba Seni Budaya. Aneka kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah kreativitas sekaligus hiburan bagi masyarakat Lampung.


Selain itu, pameran pembangunan juga akan digelar dengan melibatkan seluruh instansi vertikal, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) provinsi, serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Pameran ini bertujuan menampilkan capaian pembangunan Lampung di masa awal kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal agar lebih dekat dengan masyarakat.


Untuk sektor hiburan yang memerlukan biaya operasional lebih besar, panitia akan menerapkan tarif masuk dengan harga standar. Seluruh pengelolaan hiburan diserahkan kepada Forum Kreatif Lampung agar acara berlangsung profesional dan menarik.


Pengaturan teknis stan pameran juga dipercayakan kepada Forum Kreatif Lampung. OPD yang berpartisipasi tidak dikenakan biaya sewa stan, tetapi tetap menanggung biaya listrik, keamanan, dan kebersihan. Pemerintah Provinsi Lampung turut mengimbau pimpinan BUMN, BUMD, sponsor, serta donatur untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan kegiatan ini.


Lampung Fest 2025 menargetkan kurang lebih 300.000 (tiga ratus ribu) pengunjung. Akses masuk gratis diharapkan menjadi daya tarik utama untuk meningkatkan intensitas kunjungan masyarakat. 


Pemerintah Provinsi juga meminta agar pemerintah kabupaten/kota mengaktifkan anjungan-anjungan yang tersedia di PKOR Way Halim untuk diisi dengan pertunjukan seni budaya serta pameran hasil-hasil pembangunan daerah masing-masing. (Wawan Nunyai).