lisensi

Senin, 01 September 2025, September 01, 2025 WIB
Last Updated 2025-09-01T14:48:59Z
Demo di Lampung KondusifPangdam XXl Radin IntanTNI AD

Tugas Besar Pertama Pangdam XXl Radin Intan Sukses, Demo di Lampung Berlangsung Aman dan Kondusif

Advertisement




Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Pangdam XXI/Radin Intan Mayjen TNI Kristomei Sianturi diawal kepemimpinan mendapatkan tugas yang tidak mudah. Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Aliansi Lampung Melawan yang dilaksanakan pada senin (01/09/2025) di Halaman DPRD Provinsi Lampung menjadi tugas besar pertamanya. Tugas tersebut berhasil dilaksanakan dengan baik, aksi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.


Ribuan peserta aksi yang turun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka terkait kebijakan pemerintah pusat dan DPR RI, mendapat pengawalan ketat dari aparat gabungan TNI dan Polri. Pangdam XXl Radin Intan sejak awal menekankan pendekatan humanis dan persuasif dalam menjaga jalannya aksi, sehingga potensi kericuhan bisa dicegah.



“Keamanan masyarakat adalah prioritas utama. Kami pastikan seluruh aparat mengedepankan langkah persuasif agar aspirasi rakyat bisa tersampaikan dengan damai,” ujar Pangdam.



Selain aparat TNI dan Polri, doa bersama yang digelar sehari sebelumnya juga diyakini turut berperan menciptakan suasana kondusif. Koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan elemen masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan pengamanan aksi besar kali ini.



Sejumlah masyarakat menilai, suksesnya pengamanan aksi unjuk rasa ini menjadi catatan positif sekaligus ujian perdana bagi kepemimpinan Pangdam XXl Radin Intan dalam menjaga stabilitas keamanan di Lampung.


Adapun dalam aksi yang dilaksanakan kali ini perwakilan pengunjuk rasa menyampaikan 10 tuntutan utama pada aksinya, Antara lain yaitu Sahkan RUU Perampasan Aset, Potong tunjangan dan gaji anggota DPR, Tingkatkan kualitas gaji dosen dan guru, Memerintah Presiden Prabowo untuk memecat menteri- menteri yang problematik, Meminta ketua partai untuk memberhentikan/merestrukturisasi kadernya yang problematik di eksekutif dan legislatif.


Kemudian, Reformasi total Polri, adili pelaku pembunuhan Affan Kurniawan, evaluasi kinerja Polda Lampung; Tolak RKUHAP, Tolak efisiensi anggaran terhadap sektor pendidikan dan kesehatan, dan Hentikan penggunaan pajak rakyat untuk menindas rakyat, serta Laksanakan reforma agraria sejati dengan pembebasan lahan untuk petani di Anak Tuha. 


Aksi berakhir pada sore hari dengan tertib, tanpa insiden berarti. Massa kemudian membubarkan diri dengan damai setelah menyampaikan tuntutan mereka.(Yola/Faza)