Advertisement
Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Sekdaprov Marindo Kurniawan menyatakan Pemprov Lampung terus mendukung program Nasional di bidang Energi. Terutama energy panas bumi.
“ Ya sesuai dengan program dari Pak guberur Mirza, Pemprov
Lampung terus mendukung program nasional di bidang energi panas bumi,”jelasnya
kepada Pikiran Lampung saat ditemui usai Sholat Jumat di Masjid Dinas BMBK
Lampung, Jumat (3/10/2025).
Sebab, kata mantan PJ Bupati Pringsewu yang popular tersebut,
Lampung memiliki potensi energi panas bumi yang cukup besar.
“Dan itu sudah mulai dimanfaatkan, seperti yang
diresmikan baru –baru ini tepatnya di Kabupaten Tanggamus,”jelasnya. Semua potensi panas Bumi di Lampung kata Marido, semuanya akan terus dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan energi Nasioanal dan Lampung.
" Yang semua muaranya tentu saja untuk kesejahteraan rakyat di Lampung dan nasioanal,"pungaksnya.
Untuk diketahui, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah
(Bappeda) Provinsi Lampung menyatakan bahwa daerah itu memiliki 13 lokasi
sumber panas bumi yang dapat mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan
(EBT).
"Lampung ini punya sumber energi baru dan terbarukan
yang cukup tinggi, contohnya kita punya 13 lokasi sumber panas bumi di sini.
Tapi baru satu yang sudah termanfaatkan yaitu di daerah Ulubelu Kabupaten
Tanggamus," ujar Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Infrastruktur dan
Kewilayahan Bappeda Provinsi Lampung Endang Wahyuni di Bandarlampung, kemarin,
seperti dikutif dari laman Kantor Berita antara.
Ia mengatakan sumber panas bumi yang ada di Ulubelu itu
telah mampu termanfaatkan sebesar 260 megawatt, dari sebelumnya 220 megawatt
ada penambahan kembali sebanyak 40 megawatt.
"Sebenarnya ada empat Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP)
aktif di Lampung yakni ada di Ulubelu, Rajabasa, Way Ratai dan Danau Ranau tapi
pemanfaatannya masih ada kendala," katanya.
Dia menjelaskan untuk Wilayah Kerja Panas Bumi di Rajabasa
sudah cukup lama terdeteksi potensinya, namun implementasi pemanfaatan masih
belum dilaksanakan akibat adanya kendala kebijakan/regulasi.
"Dalam memaksimalkan sumber panas bumi ada sejumlah
kendala yakni dari sisi risiko sosial dan lingkungan. Ini termasuk salah satu
yang dihadapi di panas bumi Rajabasa karena ada resistensi dari
masyarakat," ucap dia.
Ia melanjutkan dengan adanya total 13 lokasi panas bumi di
Lampung maka total energi yang dihasilkan sebanyak 1.243 megawatt dan terdapat
pula cadangan secara total sebesar 1.339 megawatt.
"Saat ini ada juga satu wilayah penugasan survei
pendahuluan dan eksplorasi yaitu di WPSE Sekincau Selatan," tambahnya.
(Susi)