Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) Provinsi Lampung menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas HAM, yang dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai komunitas dan organisasi masyarakat, di Hotel Golden Tulip, Bandar Lampung, Senin (1/12/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pemahaman dan mendorong pemajuan HAM di seluruh lapisan masyarakat. Kepala Kantor Wilayah Kemenham Provinsi Lampung, Basnamara, menekankan pentingnya pendekatan inklusif dalam implementasi HAM.
"HAM bukan sekadar hak hukum, tetapi juga nilai kemanusiaan universal yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, di keluarga, di sekolah, di tempat kerja, dan di ruang publik," ujar Basnamara.
Dengan keragaman peserta yang hadir, mulai dari komunitas disabilitas, lansia, anak-anak berkebutuhan khusus, hingga media, Basnamara berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata menuju masyarakat Lampung yang lebih adil, inklusif, dan berkeadaban.
Direktur Penguatan Kapasitas HAM Masyarakat, Komunitas, dan Pelaku Usaha, Giyanto, menambahkan bahwa partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Kita ingin masyarakat bahu membahu memberi informasi bahwa mereka punya hak atas pendidikan, kesehatan, dan layanan publik. Ini pondasi yang harus dibangun," kata Giyanto.
Giyanto juga menegaskan bahwa Kemenham memiliki program Desa Sadar HAM untuk memperkuat pemahaman HAM hingga ke generasi muda. "Tahun depan, kita memiliki program Desa Sadar HAM untuk memperkuat pemahaman HAM hingga ke generasi muda. Ini penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045," tambahnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kompetensi masyarakat dalam memahami isu-isu HAM yang terus berkembang, serta memperkuat pemahaman HAM hingga ke generasi muda. Dengan demikian, masyarakat Lampung dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam implementasi HAM yang inklusif dan berkeadaban. (red)
