Advertisement
Lampung Selatan (Pikiran Lampung) – Suasana di kawasan Kota Baru, Lampung Selatan, pada Jumat sore (28/11/2025) semakin padat seiring terus berdatangannya jemaah dalam rangka kegiatan Ijtima Ulama dan Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025. Hingga sore hari, ribuan jemaah masih tampak memasuki lokasi acara dihari pertama pelaksanaan kegiatan ini, dengan menggunakan ratusan bus dari berbagai daerah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, arus kendaraan yang membawa jemaah meningkat tajam sejak siang hari. Bahkan, banyak bus tidak dapat masuk ke area utama kegiatan akibat kepadatan, sehingga terpaksa parkir di sepanjang jalan mulai dari pintu keluar Tol Kota Baru hingga beberapa kilometer menuju lokasi acara.
Tidak hanya dari dalam negeri, kegiatan ini juga dihadiri jemaah dari berbagai negara muslim, seperti Bangladesh, Maroko, Pakistan, India, serta sejumlah negara di kawasan Asia dan Afrika. Kehadiran jemaah mancanegara menambah semarak sekaligus menunjukkan besarnya antusiasme umat Islam terhadap agenda berskala nasional tersebut.
Sejumlah pejabat daerah tampak menghadiri kegiatan ini pada siang hari. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, hadir langsung mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam mengikuti rangkaian acara. Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan salat Jumat yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.
Dalam keterangannya di sela kegiatan, Marindo Kurniawan menyampaikan apresiasi atas antusiasme jemaah yang sangat tinggi.
“Alhamdulillah, kegiatan Ijtima Ulama dan Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025 berjalan dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Antusias jemaah luar biasa, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Ini menunjukkan bahwa Lampung dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan besar umat,” ujar Marindo.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen penuh mendukung kelancaran acara, baik dari sisi pengamanan, kesehatan, hingga logistik.
"Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, mulai dari aparat keamanan, tenaga kesehatan, hingga relawan. Harapannya, seluruh jemaah bisa mengikuti kegiatan dengan nyaman dan dalam kondisi sehat,” tegasnya.
Di sisi lain, persiapan logistik juga terlihat matang. Beberapa dapur umum yang didirikan oleh perwakilan daerah mulai beroperasi untuk melayani kebutuhan konsumsi para jemaah. Relawan tampak bahu-membahu menyiapkan makanan dan mendistribusikannya secara bergiliran.
Sementara itu, petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan tampak siaga dan sibuk menangani berbagai keluhan jemaah. Faktor kelelahan akibat perjalanan jauh serta perubahan cuaca menyebabkan sejumlah jemaah mengalami gangguan kesehatan seperti batuk, pilek, sakit kepala, hingga kenaikan tekanan darah. Posko kesehatan yang disediakan menjadi salah satu titik vital dalam menjaga kondisi peserta kegiatan.
Hingga Jumat sore, jemaah masih terus berdatangan, dan panitia mengimbau peserta untuk tetap tertib, menjaga kesehatan, serta mengikuti arahan petugas demi kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.(Alung)


