lisensi

Sabtu, 22 November 2025, November 22, 2025 WIB
Last Updated 2025-11-22T11:42:15Z
Kadisidibud Lampung Thomas AmiricoPendidikan

Kadisdikbud Thomas Americo Dampingi Menteri Kebudayaan Tinjau Pameran Kriya Jemari Lampung 2025

Advertisement

 



Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyambut sekaligus mendampingi kunjungan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam peninjauan Pameran Kriya Jemari Lampung 2025 di Graha Wangsa, Bandar Lampung, Jumat (21/11/2025) malam.


Kunjungan Menteri Kebudayaan turut dihadiri Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Lampung Agnesia Bulan Marindo.


Pameran yang mengusung tema “Merajut Tradisi Menenun Inovasi” ini menjadi panggung bagi perajin Lampung untuk mempromosikan produk unggulan mereka ke pasar nasional dan internasional. Ratusan produk kriya ditampilkan, mulai dari tenun tapis, aksesori, hingga fashion berbahan material lokal dari seluruh kabupaten/kota se-Lampung.


Thomas Amirico menegaskan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya ajang promosi, melainkan juga langkah penting memperkuat pendidikan budaya serta mendorong regenerasi perajin muda Lampung. “Kegiatan ini bukan hanya ajang pameran, tetapi juga media pembelajaran untuk generasi muda agar memahami nilai budaya Lampung. Kita ingin memastikan bahwa warisan seperti tapis, sulaman, dan kriya tradisional lainnya terus hidup dan berkembang,” ujar Thomas.


Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat pembinaan bagi pelaku seni budaya serta memperluas akses pemasaran produk lokal. “Kami berkomitmen mendukung perajin melalui pembinaan, pelatihan, dan perluasan jaringan pemasaran. Kriya Lampung memiliki potensi besar untuk menembus pasar global, dan ini perlu dikelola dengan baik,” tambahnya.



Dalam peninjauannya, Menteri Fadli Zon mengunjungi satu per satu stan dan berdialog langsung dengan para pelaku industri kreatif. Ia menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara pameran serta para perajin yang menjaga dan mengembangkan warisan budaya Lampung.




“Pameran kriya Jemari ini membuktikan kekayaan warisan budaya, khususnya budaya Lampung. Kegiatan seperti ini perlu terus diperbanyak untuk mempromosikan budaya kita melalui tema merajut tradisi, menenun inovasi,” ujar Fadli Zon.


Menurutnya, Lampung memiliki warisan wastra yang sangat kaya, baik dari segi motif, teknik, warna, maupun keberagaman produk. Ia menilai Lampung memiliki daya saing kuat di tingkat nasional, terlebih dengan tumbuhnya minat generasi muda terhadap wastra.



Fadli Zon juga menegaskan bahwa kebudayaan harus menjadi pondasi ekonomi kreatif Indonesia. “Budaya harus menjadi aset nasional. Dengan budaya, kita dapat melakukan promosi hingga diplomasi budaya, terutama pada wastra yang kini semakin berkembang dengan keterlibatan generasi muda,” jelasnya.


Ia turut menyinggung pentingnya membangun ekosistem wastra yang berkelanjutan, termasuk mendorong pengakuan global terhadap wastra Lampung. Kementerian Kebudayaan, ujarnya, siap mendukung usulan agar lebih banyak wastra daerah mendapatkan pengakuan internasional.(Salsabila)