lisensi

Jumat, 14 November 2025, November 14, 2025 WIB
Last Updated 2025-11-15T05:46:09Z
Nasional

Kondisi Finansial Terpuruk, PT Krakatau Steel Ajukan Pendanaan Ke Danantara

Advertisement



Jakarta (Pikiran Lampung) - Kondisi finansial PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, hingga membuat perseroan tidak lagi memiliki akses pendanaan normal, termasuk modal kerja untuk operasional. Manajemen KRAS bahkan menyebut, pasokan bahan baku KRAS sebagian masih berasal dari pihak ketiga dengan tingkat bunga yang tinggi.


Kondisi tersebut diungkapkan oleh Managing Director Holding Operasional BPI Danantara, Febriyani Eddy. Dia mengungkapkan bahwa KRAS kini berada dalam tahap akhir pembahasan dukungan modal kerja dari Danantara karena perusahaan hampir tidak punya ruang bergerak.


“Kalau dilihat kondisi keuangannya, tidak baik. Mereka minta dukungan dana dalam bentuk modal kerja. Jumlahnya masih divalidasi, tapi tahap final. Dia [KRAS] tidak bisa pinjam uang lagi layaknya perusahaan-perusahaan lain. Bahkan untuk modal kerja pun tidak ada,” kata Febriyani.


Situasi KRAS diperburuk oleh insiden kebakaran Hot Strip Mill (HSM) dua tahun terakhir sebelum 2025, yang membuat fasilitas itu harus berhenti beroperasi. Fasilitas produksi KRAS sempat mengalami insiden kebakaran pada 5 Mei 2023. Dalam keterbukaan informasi di BEI, perseroan menyebutkan bahwa salah satu unit di pabrik Hot Strip Mill 1 (HSM1) di Cilegon mengalami gangguan akibat korsleting listrik.


KRAS diketahui sedang mengajukan dukungan pendanaan kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Dalam jangka pendek, kebutuhan tersebut akan dipenuhi melalui skema Pinjaman Pemegang Saham (SHL) senilai US$250 juta.


Pendanaan ini dialokasikan untuk kebutuhan operasional inti, antara lain pembelian slab baja untuk pabrik Hot Strip Mill (HSM), produk Hot Rolled Coil (HRC) dan Cold Rolled Coil Full Hard (CRC F/H) untuk pabrik CRM PT KBI, HRC untuk pabrik pipa baja PT KPI, serta beragam produk turunan baja lainnya. Manajemen menegaskan bahwa alokasi dana akan disesuaikan dengan kebutuhan modal kerja dan siklus kas di masing-masing fasilitas produksi.


Selain SHL, KRAS juga menyiapkan opsi pendanaan tambahan hingga US$500 juta dalam bentuk lain untuk menyelesaikan proses restrukturisasi, dengan catatan telah mencapai kesepakatan dengan pihak perbankan. Saat ini, pasokan bahan baku KRAS sebagian masih dibiayai oleh financier pihak ketiga dengan bunga lebih tinggi dari fasilitas perbankan dan disertai sejumlah pembatasan.(*)