Advertisement
Bandarlampung (Pikiran Lampung) - Setelah Ijima Ulama Tabligh Akbar dengan tema besar Indonesia Berdoa 2025 di Kota Baru, Lampung Selatan, banyak warga yang bertanya -tanya apa kelanjutan dari kegiatan ini ke depannya.
Terutama di lokasi tempat saat ini berlangsungnya Ijtima Ulama, Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung, Jumat 28 November selama tiga hari hingga hari Ahad kelak 30 November 2025. Pertanyaan besar dari warga Lampung, akankah Kota Baru ini akan dijadikan Temboro kedua?
Untuk diketahui, Desa Temboro di Magetan Jawa Tmur telah lama dikenal sebagai 'KampungMadinah'. Di Desa ini merupakan pusat Jamaah Tabaligh atau jaulah. Bahkan konon kabarnya terbesar di Asia Tenggara.
Sebutan kampung Madinah sudah melekat pada Desa Temboro sejak 1980an.
Yakni sejak Desa Temboro memiliki 4 Pondok Pesantren (Ponpes) untuk para santri
menuntut ilmu agama.
Ponpes tersebut yakni Ponpes Al Fatah, Ponpes Al Qodir,
Ponpes Roudhotut Tholibin, dan Ponpes Darul Muttaqin. Keempat Ponpes itu
memiliki jumlah santri yang luar biasa. Bahkan, lebih besar dari penduduk Desa
Temboro sendiri.
"Totalnya 25 ribu santri, paling besar dari Ponpes Al
Fatah, jumlah santrinya belasan ribu dan tersebar di 5 lokasi di Desa Temboro.
Padahal jumlah penduduk Temboro hanya 7.500 jiwa," ujar warga setempat seperti dikutif dari laman media Detik.com.
Hingga kini dari berbagai sumber diketahui jika Desa Temboro telah dipenuhi berbagai warga pendatang, yang mayoritas merupakan jamaah tabligh.
Banyak warga Lampung yang 'mengkhawatirkan' jika Kota Baru Lampung Selatan justru akan jadi 'Temboro' kedua. Sebab, jika melihat topographi dari Kota Baru memang sangat mungkin bisa dijadikan seperti Desa Temboro, dan melenceng dari tujuan semula Kota Baru untuk ibu Kota Provinsi Lampung.
" Ya kalau bisa jangan diubah Kota Baru dari ibu kota provinsi ke kawasan seperti di Temboro di Jawa,"kata Fikar Warga Lamsel, Sabtu (29/11/2025). Hal yang sama juga dikatakan Defri dan Yanto warga sikitar Kota Baru Lamsel.
Namun, ada juga warga Lampung yang mendukung jika Kota Baru bisa dikembangkan seperti Kampung Madinah Temboro Magetan.
" Akan sangat bagus jika selepas acara Tabligh akbar ini kota baru bisa dikembangkan seperti Desa Temboro jadi pusat kegiatan dakwah dan Ekonomi,"jelas Radinal Nugroho warga Bandar Lampung.
Sebab, menurut Radinal, Kota Baru akan sangat berkembang, baik dari segi ekonomi maupun pembangunan jika Kota Baru bisa dikembangkan seperti Temboro di Magetan Jawa Timur.
Hal yang sama juga didukung oleh Aris Safari dan Sigit Budiyanto warga Bandarlapung dan Lamsel lainnya.
Untuk diketahui jamaah tabligh saat ini sedang ada kegiatan pertemuan tahunan di Kota Baru Lampung Selatan selama tiga hari, Mulai dari Jumat 28 November hingga Ahad 30 November 2025. Dimana kegiatan ini dikemas dengan tagline Ijtima Ulama Indonesia berdoa.
Dari Pantau tim Pikiran Lampung, kegiatan ini diikuti oleh 1,5 juta jmaah tabligh dari seluruh Indonesia dari Sabang sampai Marauke, bahkan dari beberapa negara Asia dan sebagian timur tengah.
Jamaah Tabligh dari Temboro mengirimkan ribuan yang diakungkut dengan 50 bus besar. Demikian juga dari Bengkulu, Riau dan Jawa Barat. (R3/Yoyok)