Advertisement
| Foto ilustrasi. Ist |
Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Beberapa hari lalu di
beberapa wilayah Provinsi Lampung terjadi bencana yang cukup parah.
Baik itu banjir, tanah longsor maupun putting beliung. Bahkan,
Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan sampai merespon serius dengan meminta
warga lebih waspada terhapap fenomena bencana ini.
Berkenaan dengan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Provinsi Lampung menyatakan bahwa sebanyak enam kabupaten di provinsi
itu terdampak angin kencang akibat cuaca ekstrem.
"Bencana alam angin kencang telah melanda beberapa
kabupaten di Provinsi Lampung, sudah ada enam kabupaten terdampak, dan yang
terbaru terjadi di Kabupaten Mesuji," ujar Analis Bencana BPBD Provinsi
Lampung Wahyu Hidayat saat dihubungi di Bandarlampung, Jumat.
Ia mengatakan enam kabupaten yang terdampak bencana angin
kencang tersebut ada di Kabupaten Lampung Timur, Pesawaran, Way Kanan, Tulang
Bawang Barat, Lampung Tengah dan Mesuji.
"Peristiwa angin kencang ini sejak 1 November hingga
kemarin (Kamis, 6/11) tidak ada korban jiwa, namun untuk kerusakan rumah, baik
rusak berat, sedang dan rusak ringan ada 144 unit," katanya.
Dia menjelaskan untuk rumah dengan rusak berat di lima
kabupaten tersebut ada 27 unit rumah, 28 unit rumah rusak sedang dan 89 unit rumah
rusak ringan.
"Kalau diklasifikasi berdasarkan kabupaten terdampak,
di Kabupaten Lampung Timur rumah rusak berat ada satu unit, rusak sedang satu
unit, Kabupaten Pesawaran ada enam unit rumah rusak berat, 10 unit rumah rusak
sedang, dan 37 unit rumah rusak ringan," ucap dia.
Selanjutnya, Kabupaten Way Kanan terdapat empat unit rumah
rusak berat, 10 unit rumah rusak sedang, di Kabupaten Tulang Bawang Barat rumah
dengan rusak berat ada 13 unit, dan rumah rusak ringan ada 21 unit, Kabupaten
Lampung Tengah ada dua unit yang rusak berat, tujuh unit rusak sedang dan 30
unit rusak ringan. Sedangkan Kabupaten Mesuji, rumah dengan kerusakan berat ada
satu unit dan rusak ringan satu unit.
"Bencana alam berupa angin kencang di Kabupaten
Mesuji terjadi pada 5 November tepatnya di Desa Tri Karya Mulya, Kecamatan
Tanjung Raya, dan Desa Harapan Mukti, Kecamatan Tanjung Raya pada pukul 21.30
WIB. Kejadian tersebut mengakibatkan pohon tumbang yang menimpa atap rumah
milik warga dengan kerusakan pada bagian atap mulai ringan hingga berat akibat
angin kencang," tambahnya.
Menurut dia, tim Tim Reaksi Cepat didampingi Sekretaris
BPBD Kabupaten Mesuji telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan
membantu warga terdampak.
"Tentu dengan adanya peristiwa bencana alam ini, kami
meminta masyarakat untuk waspada terhadap ancaman angin kencang akibat
peralihan musim, yakni memasuki fase hidrometeorologi basah, dan BMKG juga
sudah memberikan peringatan keras atas adanya angin kencang," ujarnya.