Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar) bersama TNI berhasil menggagalkan pengiriman besar rokok ilegal sebanyak 11,7 juta batang dari Pulau Jawa menuju Sumatera. Penindakan dilakukan dalam dua operasi terpisah pada November 2025.
“Kami melakukan dua kali penindakan terhadap rokok ilegal dengan total keseluruhan Barang Hasil Penindakan (BHP) 11,7 juta batang,” ujar Plt. Kepala Kanwil DJBC Sumbagbar, Rachmad Solil, di Bandar Lampung, Selasa (09/12/2025).
Informasi intelijen mengungkap adanya pengiriman rokok tanpa pita cukai yang melintasi Pelabuhan Bakauheni. Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Lampung bersama Kanwil DJBC Sumbagbar dan Polisi Militer Daerah Militer XXI/Radin Inten melakukan pemeriksaan di ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, Lampung Selatan.
Hasil pemeriksaan menemukan 415 koli berisi 6,5 juta batang rokok ilegal tanpa pita cukai. Estimasi nilai barang mencapai Rp9,7 miliar, dengan potensi kerugian negara sekitar Rp6,3 miliar.
Pengembangan informasi dari penindakan sebelumnya kembali mengarah pada upaya distribusi rokok ilegal. Tim gabungan melakukan operasi di dua lokasi, yaitu ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar dan Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan.
Dalam operasi ini diamankan 335 koli berisi 5,2 juta batang rokok ilegal. Nilai barang diperkirakan sebesar Rp7,8 miliar, dengan estimasi kerugian negara sekitar Rp5,1 miliar. “Dari kedua kegiatan penindakan tersebut ditetapkan dua orang tersangka. Seluruh barang bukti dan para tersangka diamankan di Kantor Bea Cukai Lampung untuk penelitian lebih lanjut sesuai peraturan yang berlaku,” kata Rachmad.
Para tersangka diduga melanggar Pasal 54 dan/atau 56 UU Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 39 Tahun 2007. Mereka terancam hukuman penjara 1 hingga 5 tahun dan/atau denda 2 hingga 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayarkan.
Komandan Polisi Militer Kodam XXI/Radin Inten, Kolonel CPM David Medion, menegaskan bahwa TNI siap mendukung penuh upaya Bea Cukai dalam menyelamatkan penerimaan negara. “TNI khususnya Markas Besar telah bekerja sama dengan Kementerian Keuangan untuk membantu mengamankan dan menyelamatkan pendapatan negara yang seharusnya menjadi nilai tambah bagi negeri ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan operasi ini merupakan bukti nyata kolaborasi dalam penegakan hukum serta pertukaran informasi yang efektif. “Atas dasar itu, TNI selalu berkolaborasi dengan Bea Cukai untuk menindak dan mencari kelompok yang merugikan negara,” tegasnya.(*)