Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Capaian pembangunan Provinsi Lampung sepanjang tahun pertama kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela dinilai sangat luar biasa. Berbagai indikator menunjukkan bahwa Lampung kini mampu bersaing dan sejajar dengan provinsi-provinsi maju di Indonesia, termasuk Jawa Timur, dalam sejumlah aspek pembangunan strategis.
Gambaran tersebut juga diperoleh dari hasil kunjungan tim media Pikiran Lampung ke Provinsi Jawa Timur beberapa waktu lalu. Dari pengamatan langsung di lapangan, percepatan pembangunan Lampung di bawah kepemimpinan Mirza–Jihan tampak tidak kalah dibandingkan provinsi-provinsi yang selama ini dikenal sebagai penggerak utama ekonomi nasional.
Potensi Lampung: Kekuatan Sektor Pertanian Nasional
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyoroti besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki Lampung, sehingga menempatkan provinsi ini dalam jajaran sepuluh besar nasional untuk berbagai komoditas strategis. Lampung tercatat sebagai produsen singkong terbesar nasional dengan kontribusi sekitar 70 persen, serta menempati posisi atas dalam produksi jagung, kopi, udang, sapi, dan sejumlah komoditas unggulan lainnya.
“Potensi sumber daya alam harus menjadi kekuatan ekonomi yang nyata. Kita akan terus memperkuat hilirisasi agar komoditas unggulan Lampung memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” ujar Gubernur Mirza.
Jawa Timur: Tolok Ukur Ekonomi Pulau Jawa
Sebagai pembanding, Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan performa ekonomi yang stabil dan kuat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Jawa Timur tumbuh sebesar 1,70 persen secara kuartal-ke-kuartal (q-to-q) pada Triwulan III 2025, serta menguat 5,22 persen secara tahunan (y-on-y) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa pada periode tersebut.
Secara keseluruhan, ekonomi Jawa Timur pada tahun 2024 juga mencatat pertumbuhan sekitar 4,93 persen (c-to-c), dengan PDRB per kapita mencapai lebih dari Rp75 juta, mencerminkan struktur ekonomi yang kuat dan produktif. Jawa Timur dikenal sebagai lumbung industri dan jasa di kawasan timur Pulau Jawa, dengan sektor industri pengolahan sebagai penyumbang utama pertumbuhan, diikuti sektor jasa, perdagangan, serta listrik dan gas.
Pertumbuhan Ekonomi Lampung Terus Menguat
Selain kekuatan komoditas unggulan dan pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi Lampung juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BPS Provinsi Lampung, pada Triwulan I 2025, ekonomi Lampung tumbuh 5,47 persen (y-on-y), menjadi salah satu yang tertinggi di Sumatra dan berada di atas rata-rata nasional.
Pertumbuhan positif tersebut berlanjut pada Triwulan II dan III 2025, masing-masing sebesar 5,09 persen dan 5,04 persen (y-on-y). Kinerja ekonomi Lampung ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta kontribusi kuat dari pembentukan modal tetap bruto dan ekspor barang dan jasa.
Capaian ini menunjukkan bahwa ekonomi Lampung tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh secara konsisten di atas tren nasional, mencerminkan efektivitas kebijakan pembangunan yang dijalankan pemerintah provinsi.
Infrastruktur Jadi Kunci Daya Saing
Menanggapi persaingan positif dengan provinsi maju lainnya, Gubernur Mirza menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan tahun penguatan fondasi pembangunan bagi Lampung. Fokus utama Pemerintah Provinsi Lampung diarahkan pada percepatan pembangunan infrastruktur jalan guna mendukung distribusi hasil pertanian dan menekan biaya logistik.
Pemprov Lampung menargetkan tingkat kemantapan jalan provinsi mencapai 84 persen pada 2026, dan meningkat menjadi 90 persen pada periode 2027–2028. Sebagian besar ruas jalan akan dibangun dengan konstruksi beton agar mampu menopang angkutan komoditas unggulan serta memperlancar konektivitas antardesa dan kota.
“Dengan infrastruktur yang kuat, Lampung akan mampu mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan mengembangkan sektor-sektor strategis, termasuk industri hilir berbasis komoditas unggulan,” tegas Gubernur Mirza.
Menuju Lampung Maju dan Berkeadilan
Pemerintah Provinsi Lampung juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat hilirisasi, mengurangi ketimpangan desa dan kota, serta mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah. Strategi pembangunan berbasis potensi daerah dan dukungan infrastruktur diharapkan mampu menghadirkan pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Kepemimpinan Mirza–Jihan memprioritaskan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, dengan membangun fondasi kuat menuju Lampung yang maju, mandiri, dan berdaya saing nasional.
“Tahun 2025 adalah pondasi. Ke depan, kita ingin memastikan kekayaan Lampung benar-benar kembali ke masyarakat Lampung,” pungkasnya.(Red)