lisensi

Minggu, 21 Desember 2025, Desember 21, 2025 WIB
Last Updated 2025-12-21T13:51:01Z
21/12/2025Sejarah

Jika Belanda Tetap Berkuasa: Kemajuan Yang Tidak Punya Pemilik

Advertisement


PIKIRAN LAMPUNG
- Masa Hindia Belanda memang meninggalkan infrastruktur yang terlihat modern — rel kereta, jalan pos, pelabuhan, bahkan sekolah dan universitas yang kini kita gunakan. Tetapi di balik itu, ada biaya yang tak terukur: hilangnya kebebasan untuk menjalankan budaya sendiri.

 

Pada masa kolonial, kesenian Nusantara seperti wayang atau gamelan tidak dipandang sebagai warisan, melainkan sebagai atraksi yang bisa menarik uang dari wisatawan Eropa. Pakaian adat hanya dikenakan saat ada acara resmi kolonial, bukan sebagai pakaian sehari-hari. Bahasa lokal mulai tergeser oleh Belanda, dan nilai-nilai tradisional dibuat seolah ketinggalan zaman.

 

Jika Belanda masih berkuasa hingga hari ini, kemungkinan besar situasi itu akan lebih parah. Identitas Nusantara kita akan terjepit antara keinginan untuk "modern" (sesuai standar Eropa) dan status sebagai "pajangan" di negerinya sendiri. Kita mungkin bisa berbicara Belanda dengan lancar, tapi lupa cara berbicara dalam bahasa kakek nenek. Kita mungkin tinggal di rumah bergaya Eropa, tapi lupa cara membangun rumah panggung yang sesuai dengan iklim kita.

 

Ya, infrastruktur mungkin rapi dan ekonomi mungkin lebih maju — tapi itu semua untuk kepentingan mereka, bukan untuk memajukan budaya kita. Rakyat kebanyakan akan tetap terjebak dalam ketimpangan, sementara identitas yang kita miliki sepanjang abad menjadi sesuatu yang hanya ditampilkan di museum atau pameran wisata.

 

Beruntung, pendahulu kita meraih kemerdekaan. Meskipun hari ini kita masih berjuang untuk melestarikan budaya di tengah arus globalisasi, setidaknya kita punya hak untuk memutuskan bagaimana cara melakukannya — tanpa harus menjadi orang asing di tanah sendiri. (*)