lisensi

Jumat, 12 Desember 2025, Desember 12, 2025 WIB
Last Updated 2025-12-12T09:04:48Z
12/12/2025Agnesia Bulan MarindoDWP Provinsi LampungPemprov Lampung

Ketua DWP Agnesia Bulan Marindo Hadiri Rangkaian Peringatan HUT KORPRI dan Hari Ibu

Advertisement


Bandar Lampung (Pikiran Lampung)
- Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Lampung, Agnesia Bulan Rurianti atau yang akrab disapa Agnesia Bulan Marindo menghadiri rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun KORPRI ke-54 dan Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 berlangsung meriah di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, Jumat (12/12/2025). 




"Saya sangat senang dan bangga dapat berpartisipasi dalam rangkaian peringatan HUT KORPRI ke-54 dan Hari Ibu ke-97 ini, terutama pada launching Gerakan Senam 'Payu Kidah' yang sangat menarik dan berarti," ungkap Agnesia Bulan Marindo pada Media Harian Pikiran Lampung, Jumat (12/12/2025).

 

Untuk DWP Provinsi Lampung, acara ini bukan hanya sekadar acara peringatan, tetapi juga momentum untuk mempererat tali persahabatan antara ASN dan masyarakat, terutama para perempuan. Senam 'Payu Kidah' sangat cocok menjadi gerakan yang kita adopsi bersama — selain menyehatkan tubuh, ia juga memperkuat kebersamaan dan semangat gotong-royong yang kita butuhkan dalam menjalankan tugas sebagai pendukung ASN dan peran perempuan di keluarga serta masyarakat.

 

"Saya juga mengapresiasi berbagai layanan gratis yang disediakan, terutama yang menyasar perempuan seperti pemeriksaan kesehatan dan pap smear, serta bazaar UMKM yang membantu pelaku usaha lokal. Aksi kemanusiaan 'Pray for Sumatera' juga menunjukkan bahwa kita tidak hanya peduli dengan daerah sendiri, tetapi juga sesama warga Sumatera yang terkena bencana.

 

Semoga momentum hari ini terus membawa energi positif bagi seluruh ASN, DWP, dan masyarakat Lampung untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik dalam pembangunan daerah," tutupnya.


Diketahui, kegiatan ini dibuka oleh Wakil Gubernur Lampung melalui Asisten Administrasi Umum, Sulpakar, dan dihadiri ratusan ASN, organisasi kewanitaan, serta masyarakat umum. (*)