Advertisement
PIKIRAN LAMPUNG - Siap menyegarkan kekuatan pertahanan bawah air Indonesia! KRI Balaputradewa 322 – fregat Merah Putih pertama yang lahir dari tangan PT PAL – justru melewatkan sonar Prancis Kingklip MK2 yang direncanakan, dan memilih "telinga" bawah air canggih buatan Turki bernama Fersah. Peluncuran kapal ini pada Kamis (18 Des 2025) bukan hanya sekadar peristiwa peluncuran kapal perang, melainkan langkah berani untuk mengadopsi teknologi yang sudah terbukti handal di kancah global, seperti yang dilansir indomiliter.com.
Pengadaan Fersah sudah melewati fase kontrak, sebagai bagian dari paket integrasi sensor dan senjata yang ditandatangani PT PAL dengan konsorsium Turki pada pertengahan 2025 – bersamaan dengan pemilihan sistem manajemen tempur Advent CMS dari Havelsan sebagai "otak" kapal. Sonar ini akan terintegrasi penuh saat kapal memasuki uji laut, bukan hanya sebagai fitur tambahan nantinya.
Sebagai sistem sonar pencari kapal selam frekuensi menengah, Fersah punya kemampuan ganda: mode aktif (6,7-8,4 kHz) untuk mendeteksi target jauh dengan akurat, dan mode pasif (3-12 kHz) untuk memantau suara lawan tanpa membocorkan posisi. Ia bisa melacak 32 target sekaligus dan memiliki fitur penghindaran ranjau laut dengan cakupan 90 derajat – sangat berguna di perairan dangkal atau selat sempit.
Yang membuatnya mematikan adalah integrasinya yang mulus dengan Advent CMS dan peluncur torpedo. Data target (posisi, kedalaman, kecepatan) dikirimkan real-time ke pusat komando, sehingga respon penembakan hanya butuh hitungan detik. Kapal ini akan menggunakan torpedo ringan kompatibel NATO atau produk Turki seperti Orka.
Keputusan memilih Fersah didasarkan pada bukti keandalannya di Angkatan Laut Turki: ia menjadi sensor standar fregat kelas Istanbul dan berhasil menggantikan sonar Amerika pada fregat Barbaros, dengan performa setara bahkan lebih unggul di aspek digitalisasi. (*)
