lisensi

Sabtu, 20 Desember 2025, Desember 20, 2025 WIB
Last Updated 2025-12-20T23:10:16Z
20/12/2025Jawa TimurSejarah

Nostalgia Gubeng: SPBU Era Kolonial, Simbol Kemewahan Surabaya 1930-an

Advertisement


Jawa Timur (Pikiran Lampung) 
– Jauh sebelum Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjamur di setiap sudut kota, Surabaya menyimpan kisah tentang sebuah SPBU pertama yang menjadi saksi bisu perkembangan transportasi dan gaya hidup mewah di era kolonial. Terletak di kawasan elit Gubeng, SPBU milik Bataafsche Petroleum Maatschappij (BMP) ini menjadi simbol eksklusivitas bagi kaum berada pada tahun 1930-an.

 

Chrisyandi Tri Kartika, seorang pustakawan sejarah, mengungkapkan bahwa BMP, perusahaan minyak asal Belanda, melihat peluang besar seiring dengan masuknya mobil ke Surabaya. "Kehadiran SPBU BMP di Gubeng menjadi bukti nyata bahwa kendaraan berbahan bakar bensin mulai menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Surabaya," ujarnya, seperti yang dilansir radarsurabaya.id.

 

Namun, SPBU ini bukanlah untuk semua kalangan. Pada masa itu, kepemilikan kendaraan pribadi adalah kemewahan yang hanya bisa dinikmati oleh orang-orang kaya, seperti orang Eropa, pejabat pemerintahan, dan saudagar sukses. "SPBU BMP di Gubeng menjadi satu-satunya 'oasis' bagi kendaraan mewah di Surabaya saat itu," tambah Chrisyandi.

 

SPBU ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengisian bahan bakar, tetapi juga menjadi ikon arsitektur yang megah di zamannya. Lokasinya yang strategis di pusat kota semakin menegaskan posisinya sebagai simbol kemewahan dan modernitas.

 

Minyak yang dijual di SPBU BMP berasal dari kilang minyak di Wonokromo, yang kemudian didistribusikan ke SPBU tersebut. "Pada masa itu, minyak adalah barang mewah yang hanya bisa dijangkau oleh kalangan tertentu. SPBU BMP menjadi pintu gerbang bagi mereka untuk menikmati kemudahan transportasi modern," jelas Chrisyandi.

 

Kisah SPBU pertama di Surabaya ini menjadi pengingat tentang bagaimana perkembangan kota ini tidak lepas dari pengaruh kolonial dan perubahan gaya hidup masyarakatnya. SPBU di Gubeng bukan hanya sekadar tempat pengisian bahan bakar, tetapi juga bagian dari sejarah Surabaya yang patut dikenang. (*)