Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Pemerintah Provinsi Lampung menggelar kegiatan Kaleidoskop Pembangunan Provinsi Lampung Tahun 2025 di Mahan Agung, Minggu (28/12/2025) sore. Kegiatan ini menjadi ajang refleksi dan pemaparan capaian pembangunan selama tahun 2025.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan dalam keterangannya menyampaikan bahwa berbagai capaian pembangunan yang diraih sepanjang tahun 2025 merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa proses pembangunan membutuhkan waktu, perencanaan matang, serta konsistensi pelaksanaan. Oleh karena itu, Marindo berharap masyarakat dapat bersabar dan terus memberikan dukungan terhadap program pembangunan yang saat ini tengah berjalan di Provinsi Lampung.
“Kami memahami masih ada keterbatasan dan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Namun, pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki dan menuntaskan program-program prioritas secara bertahap demi kesejahteraan masyarakat Lampung,” ujar Marindo.
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Lampung. Turut hadir perwakilan pemilik media, organisasi jurnalis, dan para wartawan yang selama ini meliput aktivitas pemerintahan Provinsi Lampung.
Dalam paparannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan berbagai capaian pembangunan yang telah diraih selama kurang lebih 10 bulan masa kepemimpinannya. Salah satu sektor yang menjadi perhatian utama adalah infrastruktur jalan.
Gubernur yang akrab disapa Mirza ini mengakui masih adanya keluhan masyarakat terkait kondisi jalan. Namun demikian, berdasarkan data, kondisi jalan mantap di Provinsi Lampung justru berada di atas rata-rata nasional.
“Rata-rata jalan provinsi di Indonesia berada di angka 75 persen dalam kondisi mantap. Sementara Lampung sudah mencapai 77 persen,” ujar Mirza.
Ia menjelaskan, untuk membangun seluruh jalan provinsi agar benar-benar mulus dibutuhkan anggaran sekitar Rp4 triliun. Namun, untuk memastikan jalan-jalan provinsi tidak berlubang dan tetap fungsional, anggaran yang dibutuhkan hanya sekitar Rp60 miliar.
Selain infrastruktur, sektor pendidikan juga menjadi salah satu capaian penting. Kebijakan penghapusan uang komite sekolah dinilai memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Dampak kebijakan tersebut juga terlihat dari penurunan angka putus sekolah yang cukup drastis.
Tak hanya itu, Pemprov Lampung juga mendorong penguatan pendidikan vokasi, termasuk program pendidikan vokasi dengan tujuan kerja ke Jepang, yang kini menjadi salah satu program unggulan daerah.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Mirza juga menyinggung kondisi fiskal daerah yang menjadi tantangan besar di awal masa kepemimpinannya. Pada tahun 2024, Provinsi Lampung tercatat mengalami deviasi anggaran sebesar Rp1,7 triliun, termasuk tunggakan pembayaran kepada pihak ketiga sekitar Rp600 miliar.
Selain itu, terdapat pula Dana Bagi Hasil (DBH) yang belum terbayarkan serta potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak terealisasi, di antaranya dari BUMD Lampung Energi Berjaya dan pelepasan aset Way Dadi.
“Perencanaan sebelumnya sebenarnya sudah ada, tetapi kondisi fiskalnya tidak memungkinkan. Karena itu, tahun ini kami lakukan penataan ulang,” tegas Mirza.
Sebagai langkah strategis, Pemprov Lampung kemudian menetapkan sejumlah program prioritas dalam APBD, di antaranya pembangunan jalan, perbaikan drainase, serta pengembangan pupuk organik cair (POC) untuk mendukung sektor pertanian.
Kegiatan Kaleidoskop Pembangunan ini diharapkan menjadi sarana transparansi dan evaluasi, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, media, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan Provinsi Lampung yang berkelanjutan.(Rahmadi Nugroho)


