lisensi

Selasa, 02 Desember 2025, Desember 02, 2025 WIB
Last Updated 2025-12-02T09:23:32Z
Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan

Sekdaprov Marindo Serukan Solidaritas untuk Warga Terdampak Banjir di Tiga Provinsi

Advertisement


Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Pemerintah Provinsi Lampung resmi membuka penggalangan donasi kemanusiaan serta menyiapkan pengiriman relawan untuk membantu penanganan bencana banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kebijakan tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi yang digelar di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, Selasa (2/12/2025).


Keputusan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, usai memimpin rapat bersama jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah serta instansi terkait. Dalam rapat tersebut dibahas berbagai bentuk bantuan yang dapat segera dihimpun dan disalurkan kepada masyarakat di wilayah terdampak.


Marindo mengatakan, Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk bergerak cepat dan terkoordinasi dalam memberikan bantuan. Pemerintah Provinsi Lampung, kata dia, tidak hanya mengandalkan bantuan dari institusi pemerintah, tetapi juga membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat.


“Pemerintah Provinsi Lampung diminta untuk menyiapkan seluruh potensi yang ada, baik bantuan dari pemerintah maupun sumbangan masyarakat. Kita ingin memastikan saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mendapatkan dukungan nyata,” ujar Marindo.


Sebagai langkah awal, Pemprov Lampung membuka Rekening Bumbung Kemanusiaan KORPRI Lampung sebagai saluran resmi donasi. Rekening tersebut dapat diakses oleh aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat umum yang ingin menyalurkan bantuan.


Marindo menjelaskan, dana yang masuk akan diumumkan secara terbuka setiap hari sebagai bentuk transparansi kepada publik. Pengiriman dana dilakukan setiap hari setelah saldo diumumkan, yakni pada pukul 15.00 WIB.


“Setelah dilakukan rekapitulasi, dana yang terkumpul langsung ditransfer ke daerah terdampak. Ini untuk memastikan bantuan tidak menumpuk di rekening dan bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.


Ia menegaskan bahwa penggalangan donasi dilakukan secara sukarela dan tidak bersifat mengikat. Meski demikian, Pemprov Lampung mengimbau seluruh ASN, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, instansi vertikal, serta civitas akademika perguruan tinggi agar turut berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing.


Selain penggalangan dana, Pemprov Lampung juga menyiapkan pengiriman relawan untuk membantu penanganan pascabencana. Persiapan relawan dilakukan dengan melibatkan organisasi perangkat daerah terkait dan unsur potensi daerah yang memiliki kapasitas di bidang kebencanaan dan pelayanan sosial.


Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung telah menjalin koordinasi intensif dengan BPBD Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Koordinasi dilakukan guna memastikan data kebutuhan di lapangan serta kesesuaian bantuan yang dikirim.


Menurut Marindo, rekening tujuan di masing-masing provinsi telah disiapkan sehingga proses penyaluran dana dapat segera dilakukan. Pemprov Lampung juga menekankan bahwa bantuan akan difokuskan dalam bentuk uang tunai.


“Bantuan tunai dipilih karena lebih fleksibel dan cepat digunakan di lapangan, sekaligus menghindari kendala logistik, seperti keterbatasan transportasi dan distribusi barang,” jelasnya.


Ia berharap, langkah ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus mempercepat proses pemulihan di wilayah bencana. Pemerintah Provinsi Lampung juga membuka peluang bagi komunitas, dunia usaha, dan organisasi kemasyarakatan untuk turut menjadi bagian dalam gerakan solidaritas.


Dengan dibukanya donasi dan disiapkannya relawan, Pemprov Lampung menegaskan komitmennya untuk tidak tinggal diam terhadap musibah yang menimpa daerah lain. Menurut Marindo, semangat gotong royong dan solidaritas antardaerah harus terus dijaga sebagai kekuatan bangsa dalam menghadapi bencana.(Salsabila)