Advertisement
Lampung Selatan (Pikiran Lampung) – Kegiatan Ijtima’ Ulama Dunia dan Tabligh Akbar Indonesia Berdoa yang digelar di kawasan Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan, resmi ditutup pada Minggu (30/11/2025). Usai penutupan, ratusan bus yang mengangkut jemaah tampak mulai meninggalkan area kegiatan untuk kembali ke daerah asal masing-masing.
Pantauan di lokasi menunjukkan, arus kepulangan peserta berlangsung tertib di bawah pengawasan petugas gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta panitia penyelenggara. Sejumlah ruas jalan sekitar lokasi mengalami peningkatan volume kendaraan, namun lalu lintas tetap terpantau lancar.
Meski sebagian besar jemaah telah kembali, panitia menyebutkan masih ada peserta yang tetap tinggal hingga 2 Desember 2025. Mereka dijadwalkan mengikuti kegiatan lanjutan berupa musyawarah nasional yang dilaksanakan di area yang sama.
Gubernur Lampung dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan berskala besar ini tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
“Ijtima’ Ulama ini bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga menjadi wadah perputaran ekonomi rakyat. UMKM Lampung ikut hidup, pedagang kecil merasakan manfaat, dan ini tentu patut kita syukuri,” ujar Gubernur.
Ia juga berharap kegiatan serupa ke depan dapat terus dilaksanakan dengan pengelolaan yang lebih baik, sehingga selain memberi manfaat religi, juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang berjalan tertib dan aman hingga hari penutupan. “Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar. Koordinasi antara panitia, aparat keamanan, dan pemerintah daerah berjalan baik. Kami mengapresiasi kerja keras semua pihak,” katanya.
Marindo juga menilai kegiatan ini turut memperkuat citra Lampung sebagai daerah yang aman dan layak menjadi tuan rumah kegiatan nasional maupun internasional.
Di sisi lain, sejumlah peserta mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Salah seorang jemaah asal Sulawesi Utara Salman Alfarizi, ia mengungkapkan kesannya selama berada di Kota Baru. “Kami merasa sangat nyaman. Pelayanan panitia baik, masyarakat ramah, dan kegiatan sangat menyejukkan hati. Semoga doa-doa yang kita panjatkan akan terwujud,” ujarnya.
Senada dengan itu, Zulkarnaen, jemaah asal Sumatera Selatan, mengatakan kegiatan ini memberikan pengalaman spiritual yang mendalam. “Bukan hanya mendengarkan tausiyah, tapi juga merasakan kebersamaan umat dari seluruh Indonesia dan penjuru dunia,” katanya.
Humas Ijtima Ulama Indonesia Berdoa 2025, Firmansyah, mengatakan bahwa jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan tahun ini tercatat dalam daftar resmi mencapai lebih dari 570 ribu orang. “Jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan ini melebihi 570 ribu orang berdasarkan daftar kehadiran yang masuk kepada panitia,” ujar Firmansyah.
Acara ini juga menarik perhatian dunia internasional. Firmansyah menyebutkan bahwa sedikitnya 8.500 peserta dari 99 negara ikut hadir. Kehadiran jamaah luar negeri tersebut mencerminkan kuatnya hubungan dakwah global serta besarnya minat masyarakat internasional terhadap gelaran spiritual yang berlangsung di Indonesia.
Hingga Minggu sore, sebagian besar peserta telah meninggalkan lokasi. Petugas gabungan masih tetap disiagakan untuk mengawal kepulangan jemaah yang dijadwalkan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, seiring masih adanya peserta yang mengikuti musyawarah nasional.(red)