lisensi

Kamis, 01 Januari 2026, Januari 01, 2026 WIB
Last Updated 2026-01-02T01:23:11Z
BHC Harbour FestDaerah

ASDP Tutup 2025 dengan Aksi Donasi Kemanusiaan di BHC Harbour Fest Bakauheni

Advertisement


Lampung Selatan (Pikiran Lampung) – Menutup rangkaian aktivitas sepanjang 2025, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memilih cara berbeda dalam menyambut pergantian tahun. Melalui gelaran Bakauheni Harbour City (BHC) Harbour Fest, ASDP menginisiasi aksi sosial penggalangan donasi bagi korban bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera.


Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan kepedulian tersebut diwujudkan dengan membuka Stand Donasi BHC selama festival berlangsung. Inisiatif ini mengajak masyarakat dan pengunjung untuk berbagi di tengah suasana perayaan akhir tahun. “Sebagai bentuk kepedulian, ASDP membuka Stand Donasi BHC selama festival berlangsung. Pengunjung kami ajak menyisihkan sebagian kebahagiaan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Heru Widodo, Rabu (31/12/2025).


Ia menuturkan, ketika sebagian besar masyarakat menyambut pergantian tahun 2025 ke 2026 dengan hitung mundur dan pesta kembang api, Bakauheni Harbour City justru mengedepankan makna kebersamaan dan empati dalam perayaan tersebut.


Berlatar tepian Selat Sunda, ribuan pengunjung memadati BHC Harbour Fest, sebuah perhelatan akhir tahun yang menggabungkan hiburan, kekayaan budaya, serta refleksi kemanusiaan dalam satu ruang perjumpaan. “Festival ini digelar pada 29 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 di Siger Park, Bakauheni Harbour City. Kami ingin menghadirkan pengalaman berbeda, memperlihatkan sisi lain pelabuhan sebagai ruang interaksi dan cerita,” kata Heru.


Melalui penyelenggaraan BHC Harbour Fest, ASDP berupaya menegaskan bahwa kawasan pelabuhan tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga dapat berkembang menjadi ruang budaya sekaligus simbol harapan.


Menurut Heru, Bakauheni Harbour City dibangun atas keyakinan bahwa infrastruktur publik memiliki nilai sosial yang luas bagi masyarakat. “Pelabuhan bukan sekadar tempat berpindah, melainkan tempat bertemu. Di sini perjalanan bersentuhan dengan cerita, dan aktivitas ekonomi beriringan dengan budaya,” ujarnya.


Selama sepekan penyelenggaraan, kawasan BHC diramaikan beragam kegiatan, mulai dari pertunjukan musik lintas generasi, atraksi budaya khas Lampung, hingga festival kuliner yang melibatkan sekitar 30 pelaku UMKM lokal. Aroma masakan khas Lampung Selatan berpadu dengan hembusan angin laut, sementara Menara Siger menjadi latar ikonik yang mengikat suasana, merepresentasikan pertemuan antara tradisi dan masa depan.


Meski sarat kemeriahan, BHC Harbour Fest juga menghadirkan ruang refleksi. Menjelang malam pergantian tahun, suasana dibuat lebih khidmat. ASDP mengajak pengunjung untuk sejenak menaruh perhatian pada masyarakat yang tengah menghadapi bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara, Aceh, dan Sibolga. “Refleksi ini menjadi pengingat bahwa pergantian tahun juga merupakan momen untuk berbagi empati,” ucap Heru.


Malam puncak 31 Desember diawali dengan pemutaran video kaleidoskop perjalanan Bakauheni Harbour City. Tausyiah bertema Harapan Baru di Beranda Sumatra kemudian disampaikan KH Yani, diiringi lantunan Kampoeng Nasyid Lampung. “Pesan disampaikan secara ringan dan jenaka, namun tetap menyentuh. Tausyiah Ustaz Akri Patrio serta doa bersama menjadi penutup refleksi spiritual pada malam itu,” jelasnya.


Di tepi laut Bakauheni, lanjut Heru, pergantian tahun tidak hanya dirayakan dengan cahaya dan alunan musik, tetapi juga dengan rasa kepedulian terhadap sesama. “Di Beranda Sumatera, tahun ditutup dengan pesan sederhana: harapan akan tumbuh ketika perjalanan, budaya, dan kemanusiaan dipertemukan,” pungkas Heru.(*)