lisensi

Senin, 19 Januari 2026, Januari 19, 2026 WIB
Last Updated 2026-01-19T11:53:41Z
Bupati way Kanan Ayu Asalasiyah

Momentum Hari Desa Nasional, Bupati Way Kanan Tegaskan Komitmen Bangun Desa Mandiri

Advertisement


Way Kanan (Pikiran Lampung) – Momentum peringatan Hari Desa Nasional dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Way Kanan untuk mempertegas komitmen pembangunan desa sebagai fondasi utama kemajuan daerah. Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah, S.Ked menegaskan pentingnya penguatan desa yang mandiri, maju, dan sejahtera sebagai pilar pembangunan berkelanjutan.


Menurut Ayu Asalasiyah, Pemkab Way Kanan terus memfokuskan kebijakan pembangunan pada pemberdayaan ekonomi desa, peningkatan infrastruktur dasar, penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal, serta penyediaan wadah promosi dan pemasaran produk unggulan desa. Upaya tersebut juga dibarengi dengan penguatan jejaring pelaku usaha lokal dan peningkatan daya saing ekonomi desa melalui berbagai kegiatan berbasis budaya, ekonomi kreatif, dan kearifan lokal.


“Desa adalah kekuatan utama pembangunan daerah. Karena itu, membangun Way Kanan harus dimulai dari desa dengan memperkuat ekonomi masyarakat, kualitas SDM, serta potensi unggulan yang dimiliki masing-masing desa,” ujar Ayu Asalasiyah,  Senin (19/01/2026).


Bupati menjelaskan, secara administratif Kabupaten Way Kanan memiliki 221 desa dari total 227 wilayah desa dan kelurahan, termasuk 6 kelurahan yang tersebar di 15 kecamatan. Jumlah tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang bersentuhan langsung dengan penguatan ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat.


Ayu Asalasiyah juga mengungkapkan bahwa mata pencaharian warga Way Kanan hingga kini masih didominasi sektor pertanian. Kabupaten Way Kanan dikenal sebagai daerah agraris, dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, buruh tani, serta pelaku usaha di sektor pertanian lainnya seperti perkebunan dan peternakan. Komoditas unggulan meliputi tanaman pangan, khususnya jagung dan padi, serta perkebunan karet dan sawit. Sekitar 80 persen penduduk Way Kanan menggantungkan hidup pada sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan.


Dari berbagai komoditas tersebut, jagung menjadi salah satu unggulan daerah dengan total potensi lahan mencapai 22.104 hektare. Kecamatan Umpu Semenguk tercatat sebagai salah satu sentra produksi jagung di Way Kanan, dengan luas panen mencapai 1.881 hektare.


“Arah kebijakan pembangunan pertanian ini sejalan dengan Asta Cita dan program prioritas Presiden Republik Indonesia, yakni mewujudkan swasembada pangan nasional,” tegas Ayu.


Ia menjelaskan, tujuan strategis tersebut mencakup pencapaian kedaulatan pangan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, menurunkan tingkat kemiskinan, memperkuat ekonomi nasional, serta menjamin ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan bergizi.


Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemkab Way Kanan secara konsisten memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan produksi dan produktivitas jagung. Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan dan pembinaan kelompok tani, serta pengusulan bantuan benih jagung kepada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian.


Lebih lanjut, Ayu Asalasiyah mengingatkan bahwa penetapan Hari Desa Nasional setiap 15 Januari memiliki makna historis yang panjang. Desa telah tumbuh sejak sejarah panjang Nusantara hingga mendapat pengakuan formal melalui Undang-Undang Desa sebagai subjek pembangunan bangsa.


“Peringatan Hari Desa menjadi momentum refleksi dan penguatan peran desa, tidak hanya sebagai motor ekonomi inklusif, tetapi juga sebagai penjaga budaya, pilar demokrasi, dan kunci pemerataan pembangunan Indonesia,” pungkasnya.(maria)