Advertisement
Way Kanan (Pikiran Lampung)-- Pemerintah Kabupaten Way Kanan menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Way Kanan Tahun 2027, bertempat di Ruang Buway Pemuka Pengiran Tuha, Kamis (29/01/2026). Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Forum dibuka secara resmi oleh Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP., M.Si., para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Instansi Vertikal, Pimpinan Kecamatan, unsur TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Ayu Asalasiyah menegaskan bahwa pelaksanaan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD merupakan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, khususnya Pasal 80, yang mengharuskan penyusunan RKPD dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan perangkat daerah dan para pemangku kepentingan.
“Forum ini merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Melalui forum ini, kita bersama-sama menelaah rancangan awal RKPD untuk menyepakati prioritas dan sasaran pembangunan Kabupaten Way Kanan Tahun 2027 agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati Ayu.
Bupati Ayu juga menjelaskan bahwa RKPD Tahun 2027 mengusung tema “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Penguatan Ekonomi Lokal yang Didukung Konektivitas Infrastruktur dan Layanan Dasar Berkelanjutan.” Tema tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi lokal, penciptaan lapangan kerja, penurunan angka kemiskinan, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Selain itu, prioritas pembangunan Tahun 2027 juga difokuskan pada penguatan tata kelola pemerintahan yang baik, pembangunan berkelanjutan, serta peningkatan kualitas lingkungan hidup. Di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah akibat penurunan dana transfer dari pemerintah pusat, Bupati Ayu menekankan pentingnya sinergi, kolaborasi, dan inovasi lintas sektor agar pembangunan tetap berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, pemerintah kampung, perangkat daerah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan visi pembangunan daerah, yaitu Way Kanan Mandiri dan Sejahtera,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Bupati Ayu Asalasiyah menegaskan bahwa perencanaan yang matang merupakan pondasi utama pembangunan daerah. Dengan memohon petunjuk dan ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Way Kanan Tahun 2027 secara resmi dinyatakan dibuka.
Sementara itu, Sekda Machiavelli, dalam laporannya menyampaikan bahwa Forum Konsultasi Publik ini bertujuan sebagai wadah penjaringan aspirasi dan harapan para pemangku kepentingan terhadap prioritas dan sasaran pembangunan daerah Tahun 2027. Forum ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan bersama terkait permasalahan pembangunan daerah, prioritas pembangunan, serta arah kebijakan yang akan dituangkan dalam Rancangan Awal RKPD.
Forum tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi, antara lain Akademisi Universitas Lampung Prof. Dr. Ayi Ahadiyat, S.E., MBA., Kepala BPS Kabupaten Way Kanan Jua Mahadika, S.E., Kepala BPKAD Kabupaten Way Kanan Septa Muktamar, S.E., M.M., serta Kepala Bappeda Kabupaten Way Kanan Hendri Syahri, S.T., M.T. Kehadiran para narasumber ini diharapkan dapat memberikan perspektif akademis dan teknokratis dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah yang berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.
Peserta FKP terdiri dari unsur Pemerintah, DPRD, akademisi, pelaku usaha, organisasi masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta perwakilan kelompok perempuan dan penyandang disabilitas, baik secara luring maupun daring. Hal ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Way Kanan dalam menerapkan prinsip inklusivitas dan partisipasi publik dalam proses perencanaan pembangunan.
“Hasil Forum Konsultasi Publik ini akan dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan yang ditandatangani oleh perwakilan pemangku kepentingan. Seluruh masukan dan saran yang dihimpun akan menjadi bahan penyempurnaan Rancangan Awal RKPD sebelum ditetapkan sebagai dokumen perencanaan pembangunan daerah,” jelas Sekda Machiavelli.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Way Kanan akan melaksanakan rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), mulai dari Musrenbang Kecamatan pada Minggu Kedua Februari, Forum Perangkat Daerah pada Minggu Ketiga dan Keempat Februari, Musrenbang Kabupaten pada Bulan Maret, Musrenbang Provinsi pada Bulan April, hingga Musrenbang Nasional pada Bulan Mei.
Melalui proses perencanaan yang partisipatif dan terukur ini, Pemerintah Kabupaten Way Kanan berharap pembangunan daerah ke depan dapat semakin tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat.(kmf/maria).
