lisensi

Rabu, 07 Januari 2026, Januari 07, 2026 WIB
Last Updated 2026-01-07T09:27:26Z
Walikota Metro Bambang Iman Santoso

Pemkot Metro Gelar Musrenbang Kelurahan Margorejo, PBB dan Drainase Jadi Sorotan

Advertisement



Metro (Pikiran Lampung) - Pemerintah Kota Metro menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kelurahan Margorejo, Kecamatan Metro Selatan, Rabu (07/01/2026), sebagai tahapan awal penyusunan arah pembangunan daerah yang berbasis aspirasi masyarakat.

Musrenbang tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I, bersama jajaran Pemerintah Kota Metro, mulai dari Staf Ahli Wali Kota, Asisten Sekda, para Kepala UPD, Camat Metro Selatan, Kepala Bagian Setda, hingga Lurah Margorejo. Turut hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pamong Kelurahan Margorejo.

Dalam paparannya, Lurah Margorejo Dwi Saptarini menyampaikan laporan pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang hingga kini masih menghadapi sejumlah kendala, khususnya terkait objek pajak yang pemiliknya sulit ditemukan. Untuk mengatasi hal tersebut, pihak kelurahan menerapkan solusi penggarapan lahan oleh masyarakat dengan hasilnya dialokasikan untuk pembayaran kewajiban PBB.

“Realisasi PBB kami lakukan melalui kesepakatan bersama kolektor, salah satunya dengan mengizinkan penggarapan lahan. Hasilnya digunakan untuk membayar PBB, namun tunggakan tetap akan kami tagih pada bulan-bulan berikutnya,” jelasnya.

Dwi Saptarini mengungkapkan, target PBB Kelurahan Margorejo tahun 2025 sebesar Rp147.773.923, dengan realisasi mencapai Rp123.337.810 atau sekitar 83 persen. Capaian tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun belum mampu menembus angka di atas 90 persen akibat masih adanya objek pajak bermasalah.

Terkait rencana pembangunan tahun 2026, Kelurahan Margorejo mengusulkan sejumlah program prioritas, terutama pembangunan dan peningkatan infrastruktur. Usulan tersebut meliputi pembangunan gorong-gorong dan drainase, serta kelanjutan proyek drainase yang telah dilaksanakan pada 2025 melalui anggaran kelurahan.

Beberapa titik pembangunan drainase yang telah dan akan dilanjutkan di antaranya Drainase Makam RT 04 RW 01, Drainase Jalan Cempaka RT 10 RW 03, Drainase Jalan Cemara RT 15 RW 04, Drainase lanjutan belakang SD IT RT 18 RW 05, Drainase Gang Pengadulan RT 25 RW 06, Drainase Jalan Adipati 1 dan Adipati 4 RT 23 RW 06, Drainase Jalan Kencana Indah RT 08 RW 02, serta Drainase Jalan Kencana Ungu RT 03 RW 01.

Selain program fisik, Dwi Saptarini juga menekankan pentingnya kegiatan nonfisik dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Salah satunya dengan membentuk Forum Kesehatan Keluarga (FKK) serta berbagai kegiatan sosialisasi.

“Program nonfisik yang kami laksanakan antara lain sosialisasi Forum Kesehatan Kelurahan, penguatan Forum Anak, pencegahan stunting, sosialisasi anti narkoba, hingga penyusunan rapor profil Kota Layak Anak,” paparnya.

Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menegaskan bahwa Musrenbang merupakan wadah silaturahmi sekaligus sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Ia menyebut Musrenbang Kelurahan Margorejo menjadi Musrenbang pertama yang ia hadiri sebagai wali kota sejak dilantik pada Februari 2025.

“Musrenbang ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi dan aspirasi. Mari kita manfaatkan forum ini sebaik-baiknya agar usulan yang disampaikan benar-benar menjadi skala prioritas demi pembangunan berkelanjutan, khususnya untuk Kelurahan Margorejo pada tahun anggaran 2027,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bambang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat atas berbagai capaian pembangunan yang telah diraih sepanjang 2025. Ia turut mengungkapkan rencana pembangunan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) unggulan yang akan berlokasi di Kelurahan Margorejo dalam waktu dekat.

Rangkaian Musrenbang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipimpin Camat Metro Selatan dan diawali pengarahan dari Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dra. Rosita, M.M. Dalam arahannya, Rosita menekankan pentingnya peran RT dan RW, khususnya dalam mendukung optimalisasi pendapatan daerah melalui sektor PBB.