lisensi

Sabtu, 24 Januari 2026, Januari 24, 2026 WIB
Last Updated 2026-01-25T01:32:45Z
EkonomiKawasan Hutan Lampung

Pesona Kawasan Wisata Hutan Akan Dimanfaatkan Untuk 'Menambal' PAD Lampung

Advertisement

 


Bandarlampung (Pikiran Lampung)
- Banyak program dan terobosan yang ditempuh oleh Pemprov Lampung untuk ‘menambal’ pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya dari sektor pariwisata kawasan hutan di Bumi Ruwa Jurai.

 

Pihak Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Lampung menyatakan bahwa pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan hutan dapat menjadi salah satu sumber meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dengan tetap memperhatikan kelestarian kawasan hutan di wilayah itu.

 

"Melalui keberadaan perhutanan sosial sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi potensi jasa lingkungan di dalam kawasan hutan, karena pemanfaatan kawasan hutan ini banyak dilakukan dengan tetap memperhatikan pelestarian hutan," ujar Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Yanyan Ruchyansyah di Bandarlampung, Sabtu (24/1/2026).

 

Ia mengatakan melalui pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan hutan juga dapat menjadi potensi sumber pendapatan daerah. Sebab, keberadaan masyarakat di dalam kawasan hutan dijadikan sebagai subjek pengelolaan, sehingga masyarakat masuk dalam bagian inti pengelolaan serta perlindungan hutan.

 

"Karena masyarakat intensif mengelola hutan, sehingga mereka punya rasa memiliki akan hutan, dan saat hutan bisa memberi manfaat finansial, mereka bisa melindungi kawasan hutan agar tetap terjaga," katanya.

 

Dia mengatakan ketika masyarakat telah memiliki kesadaran menjaga kawasan hutan tetap lestari dan mendapatkan manfaat, maka bisa menghasilkan pendapatan untuk pemerintah daerah melalui pengelolaan wisata hutan ataupun produk hutan bukan kayu.

 

"Salah satu bentuk pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan hutan, yakni dengan pengembangan wisata hutan. Pengembangan wisata hutan ini sudah dilakukan dan sudah berjalan. Dulu sudah dibuat festival wisata hutan untuk mendorong pemanfaatan objek wisata dalam kawasan hutan, tujuannya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah," ucap dia.


 


Ia menjelaskan festival wisata hutan tersebut telah dilakukan sebanyak tiga kali. Festival tersebut berkonsep mengelola potensi wisata di dalam hutan sekaligus memperkenalkan beragam produk hasil hutan bukan kayu kepada wisatawan.

 

"Mudah-mudahan festival ini bisa dilakukan lagi, selain untuk memperkenalkan potensi wisata serta produk hutan bukan kayu untuk meningkatkan pendapatan daerah, masyarakat pinggir hutan juga bisa meningkatkan kesadaran masyarakat luas untuk menjaga kelestarian hutan," ujarnya.(ant/p1)