lisensi

Kamis, 15 Januari 2026, Januari 15, 2026 WIB
Last Updated 2026-01-15T23:52:48Z
Plt Kadisdikbud Kota Bandar Lampung Eka Afriana

Plt Kadisdikbud Eka Afriana Tutup Program SERUIT, Apresiasi Pendamping Guru Bahasa Inggris

Advertisement

 


Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Program Sustainable English Resources for Uplifting Indonesian Teachers (SERUIT) resmi ditutup setelah delapan bulan pelaksanaan pendampingan guru Bahasa Inggris jenjang SD dan SMP di Kota Bandar Lampung. Penutupan program tersebut dirangkai dalam kegiatan The Official Closing of SERUIT Project & SERUIT Show-Off yang digelar di Aula Mufakat Jejamo Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, Kamis (15/1/2025).


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, Hj. Eka Afriana, S.Pd., menyampaikan apresiasi khusus kepada penerima beasiswa proyek SERUIT, Septriani, S.Pd., M.A., yang dinilai berperan penting dalam mendampingi dan meningkatkan kompetensi guru Bahasa Inggris selama program berlangsung.


Menurut Eka Afriana, keterlibatan aktif Septriani memberikan kontribusi nyata terhadap keberhasilan guru-guru peserta dalam mengikuti seluruh tahapan program. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan tersebut dinilai mampu mendorong kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar dan menengah pertama.


“Program SERUIT merupakan bentuk peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris yang hari ini mencapai puncaknya. Perlu diketahui bersama, Bahasa Inggris memiliki posisi strategis dalam pembelajaran abad ini,” ujar Eka Afriana yang juga menjabat sebagai Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bandar Lampung.


Ia menjelaskan, program SERUIT terlaksana berkat dukungan dana hibah dari British Council melalui skema Teacher Educator Enabling Fund (TEEF) 2025. Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran Bahasa Inggris, terlebih dengan kembali diwajibkannya mata pelajaran Bahasa Inggris pada jenjang sekolah dasar.


“Praktik-praktik baik yang lahir dari program SERUIT tidak boleh berhenti pada seremoni penutupan hari ini. Harus berlanjut dan menjadi budaya belajar di sekolah maupun komunitas guru. Program ini memang dirancang bertahap agar pembelajaran lebih terarah dan berkelanjutan,” katanya.


Pada kesempatan yang sama, Eka Afriana juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan SERUIT Project, termasuk Co-Fasilitator Lasma Sihite, M.Pd., serta para narasumber, yakni Prof. Dr. Cucu Sutarsyah, M.Pd. dari Universitas Lampung dan Dr. Fathur Rohim selaku Pengembang Kurikulum BSKAP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.(Salsa)