Advertisement
Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Program Pemprov Lampung Kamis Beradat yang diluncurkan oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wagub Jihan serta Didukung Sekdaprov Marindo Kurniawan, mulai berdampak positif untuk pemakaiaan bahasa Lampung.
Terutama di lingkungan Pemprov Lampung, di lembaga pendidikan, serta lembaga swasta lainnya yang ada di Sai Bumu Ruwa Jurai.
Pekan ini, Program Kamis Beradat Pemprov Lampung, yakni pemakaian bahasa Lampung dan Batik Lampung, telah memasuki pekan ke dua.
Walaupun belum berjalan secara maksimal, namun para pejabat di Lingkungan Pemprov Lampung sedikit demi sedikit mulai memperaktikkan pemakaian bahasa Lampung. Baik di kalangan sendiri maupun kepada Tamu yang berkunjung. Seperti tampak saat Sekdaprov Marindo Kurniawan menerima kunjungan audensi SMSI Lampung, Kamis (22/1/2026).
Dimana, Sekdaprov Marindo tampak menyapa para anggota SMSI dengan bahasa Lampung Menggala. ' Selamat megew ya, nyo kabar metei anggota SMSI, sehat segalow ya?," kata Marindo dengan nada ceria dan sedikit bercanda. Yang langsung dijawab oleh Sekretaris SMSI Lampung Senen dan Ketua Harian SMSI Lampung Fajar serta anggota lainnya. " Kabar wawai pak, sekam nambah ganteng gawoh," kata Ketua Harian SMSI Lampung, Fajar yang juga asli dari Menggalo, Tulangbawang.
Keseruan obrolan semakin bertambah dengan kehadiran Kadiskominfotik Lampung, Ganjar Jationo yang bertanya ke anggota SMSI dengan memamakai bahasa Pesisir Liwa Lampung Barat. " Kuti api kabar?, kuti anjak media api gawoh,"kata Ganjar.
Yang langsung dijawab satu persatu anggota SMSI dengan bahasa Lampung 'Cadang'. Untuk diketahui, walaupun keturunan Jawa, Namun Ganjar Jationo pernah bertugas dan bermukim lama d Liwa Lampung Barat, jadi cukup fasih dan familiar dengan bahasa Lampung Pesisir.
Tampak hadir dalam kesempatan itu, Kepala Bapenda Lampung, Nanang, kepala BKD Lampung, Rendy dan Plt. Kepala BPKAD Lampung Nurul Fajri. Obrolan siang itu berjalan seru dan penuh nuansa kekeluargaan khas Lampung. Dengan komuniaksi 'cadang serta campur -campur dua bahasa, yakni menggunakan bahasa Indonesia dan Bahasa Lampung. (CEO)