lisensi

Sabtu, 28 Februari 2026, Februari 28, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-01T05:11:51Z
Nasional

BAE Systems Australia Sukses Uji Coba Kendaraan Tempur Tanpa Awak “ATLAS CCV”

Advertisement



Jakarta (Pikiran Lampung) - BAE Systems Australia secara resmi mengumumkan keberhasilan rangkaian uji coba lapangan bagi ATLAS (Autonomous Tactical Light Armour System (ATLAS) Collaborative Combat Variant (CCV), sebuah kendaraan darat tanpa awak (Uncrewed Ground Vehicle – UGV) berpenggerak 8×8 yang dirancang untuk mengubah wajah pertempuran darat masa depan.


Pengujian intensif ini dilakukan untuk membuktikan ketangguhan mobilitas, sistem otonomi, dan integrasi persenjataan ATLAS dalam skenario medan yang realistis.


ATLAS didesain sebagai platform beroda 8×8 yang lincah, otonom, dan modular. Berbeda dengan kendaraan robotik kecil yang terbatas, ATLAS adalah monster besi yang dirancang untuk bekerja secara kolaboratif dengan kendaraan tempur berawak. Kehadirannya diproyeksikan untuk menjadi “perisai dan pedang” tambahan, mengambil alih tugas-tugas berbahaya seperti pengintaian paksa atau serangan pembuka, sehingga risiko terhadap nyawa prajurit dapat ditekan seminimal mungkin.


Secara teknis, ATLAS adalah keajaiban rekayasa yang menggabungkan mobilitas tinggi dengan kecerdasan buatan. Dibangun di atas sasis beroda delapan, kendaraan ini memiliki kemampuan off-road yang luar biasa, mampu melahap medan ekstrem yang biasanya menjadi penghalang bagi kendaraan tanpa awak konvensional.


Dimensinya yang kompak namun kokoh memungkinkan ATLAS untuk masuk ke dalam kontainer standar ISO atau diangkut dengan pesawat angkut militer seperti C-130 Hercules, memberikan fleksibilitas logistik bagi pasukan yang membutuhkan pengerahan cepat.


Daya pukul ATLAS terletak pada integrasi sistem menara (turret) Vantage yang memiliki siluet rendah. Menara ini dipersenjatai dengan meriam otomatis M242 Bushmaster kaliber 25 mm. Senjata ini dikenal karena akurasi dan daya hancurnya terhadap kendaraan lapis baja ringan serta posisi pertahanan musuh. Sistem persenjataan ini didukung oleh teknologi penargetan canggih yang mampu mengunci sasaran dengan presisi tinggi di berbagai kondisi cuaca, baik siang maupun malam.


Namun, yang membuat ATLAS benar-benar istimewa adalah “otak” di dalamnya. Kendaraan ini dilengkapi dengan sensor LiDAR, radar, dan sistem kamera multispektral yang memungkinkannya beroperasi secara mandiri. Ia bisa merencanakan rute sendiri, menghindari rintangan, dan tetap berada dalam formasi tempur tanpa harus terus-menerus dikendalikan secara manual oleh operator. Kemampuan otonomi ini memastikan bahwa kendaraan tetap efektif bahkan dalam lingkungan komunikasi yang terganggu atau dipenuhi gangguan sinyal (jamming).


BAE Systems Australia secara spesifik merancang ATLAS untuk memenuhi visi masa depan Angkatan Darat Australia (Australian Army). Kendaraan ini diposisikan sebagai pendamping ideal bagi kendaraan tempur berawak seperti tank M1A2 Abrams atau IFV Redback. Saat ini, ATLAS masih dalam fase demonstrasi intensif dan validasi kemampuan sistem.


Mengenai prospek pengadaannya, ATLAS direncanakan akan ditawarkan secara resmi kepada militer Australia sebagai bagian dari prioritas strategis dalam teknologi Robotic and Autonomous Systems (RAS). Dengan progres pengujian yang berjalan mulus, BAE Systems menargetkan ATLAS untuk masuk dalam lini pengadaan militer Australia pada rentang tahun 2026 hingga 2030.


Jika diadopsi, ATLAS akan menjadi tonggak sejarah bagi Australia dalam memimpin adopsi teknologi tempur otonom di kawasan Indo-Pasifik.(*)