Advertisement
Pringsewu (Pikiran Lampung) – Musim penghujan yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Lampung tidak hanya berdampak pada banjir, tetapi juga memicu kerusakan infrastruktur jalan. Seperti yang terpantau di jalur lintas barat (Jalinbar) dari Bandar Lampung menuju Kabupaten Tanggamus melalui Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Pringsewu, terlihat banyak titik jalan berlubang yang membahayakan pengguna jalan.
Lubang-lubang tersebut tersebar di beberapa ruas dengan kedalaman bervariasi. Genangan air yang menutup permukaan jalan membuat lubang sulit terlihat, terutama saat hujan turun atau pada malam hari. Kondisi ini dinilai sangat berisiko, khususnya bagi pengendara sepeda motor.
Salah seorang pengendara motor, Andi warga Pringsewu, mengaku harus ekstra hati-hati saat melintasi jalur tersebut.
“Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan karena tertutup air. Sudah beberapa kali hampir jatuh. Apalagi kalau malam, penerangan juga minim,” ujarnya, Rabu (19/02/2026).
Keluhan serupa disampaikan Rina, pengendara asal Pesawaran. Ia menuturkan kerusakan jalan semakin parah dalam beberapa pekan terakhir akibat curah hujan yang tinggi.
“Setiap hari saya lewat sini untuk bekerja. Lubangnya makin banyak dan melebar. Kami berharap segera ada perbaikan sebelum menimbulkan korban,” katanya.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah pengendara terpaksa mengurangi kecepatan secara mendadak atau berpindah jalur untuk menghindari lubang. Kondisi ini kerap memicu antrean kendaraan dan berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.
Masyarakat berharap kondisi tersebut dapat segera menjadi perhatian dinas terkait agar dilakukan perbaikan, baik tambal sulam sementara maupun perbaikan permanen pada titik-titik yang mengalami kerusakan berat. Pasalnya, jalur ini merupakan akses utama penghubung antar kabupaten dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi setiap harinya.
Dengan intensitas hujan yang masih tinggi, pengguna jalan diimbau tetap waspada, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima guna meminimalisir risiko kecelakaan.(red)