Advertisement
Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Hingga saat ini Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung telah menjangkau 2,7 juta orang penerima manfaat.
Hal ini dikatakan oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal
didampingi Sekdaprov Marindo Kurniawan.
"Provinsi Lampung hari ini menjadi provinsi tercepat
dan tertinggi secara persentase dalam pemenuhan pengadaan dapur Makan Bergizi
Gratis. Rasio kita sudah di atas 100 persen dari target," ujar Rahmat
Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Senin (16/2/2026).
Gubernur Mirza menjelaskan sasaran penerima manfaat
Program Makan Bergizi Gratis itu mulai dari siswa TK hingga SMA, santri pondok
pesantren, balita, dan ibu hamil.
Ia juga memastikan Lampung tidak kekurangan bahan baku
untuk kelancaran program MBG, karena Lampung saat ini merupakan salah satu
daerah sumber pangan nasional di Indonesia.
"Ketersediaan bahan baku dipastikan aman, karena
Lampung ini adalah daerah surplus pangan. Sumber pangan Lampung luar biasa,
ayam surplus, telur surplus, beras dan sayuran juga surplus. Tidak ada cerita
kekurangan bahan makanan," ucap dia.
Meski demikian, menurut dia, kualitas gizi makanan dalam
Program Makan Bergizi pun harus diimbangi dengan cita rasa dan kreativitas
dalam penyajian makanan. Sehingga, dibutuhkan pelatihan untuk meningkatkan
kualitas serta cita rasa makanan yang disajikan.
"Anak-anak itu kadang gizi nomor dua, nomor satu enak
dulu. Kalau tidak enak, mereka tidak mau makan. Saya ingin mereka lulus sekolah
dengan kenangan bahwa makanan MBG itu enak dan membanggakan,” tambahnya.
Dengan adanya pelatihan peningkatan standar kualitas
pengelolaan dapur MBG, maka kebijakan ini dapat menjadi ruang belajar, berbagi
inspirasi, sekaligus memperkuat jejaring pelaku usaha kuliner di Lampung, untuk
penguatan ekonomi kreatif daerah.
Sebelumnya, Provinsi Lampung tercatat telah membangun 1.007
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan jangkauan 2,7 juta penerima
manfaat. (ant/p1)